Upaya Disnakkan Ajak Warga Lakukan Budidaya Ikan
Tebarkan Benih Gratis, Manfaatkan Pekarangan Rumah
InfoBondowoso.net - Untuk meningkatkan pendapatan warga, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso melakukan budidaya ikan air tawar seperti tombro (ikan mas) dan nila. Disnakkan melakukan budidaya ikan dalam jumlah besar. Tujuannya, untuk disebarkan ke masyarakat yang memiliki usaha budidaya ikan.
Siang itu, para pelajar dari SMK Prajekan, yang melakukan prakerin (praktekkerja industri) di Balai Benih Ikan (BBI) Tenggarang, tengah berada di tengah kolam ikan ukuran lebar. Mereka sengaja menjaring anakan atau benih ikan tombro. Juga, mengambil benih ikan nila. Selanjutnya, para pelajar itu dengan didampingi kepala BBI Tenggarang Mukhit, memasukan benih-benih ikan itu ke dalam plastik ukuran besar. "Sebab, benih ikan ini akan disebar ke masyarakat," kata Kepala Disnakkan Dwi Wardana kepada Jawa Pos Radar ljen. Selasa (24/3).
Sebab kata Dwi, ia punya misi ingin menaikan taraf pendapatan masyarakat. Caranya, masyarakat dibuatkan kolam ikan oleh Disnakkan. Atau masyarakat sendiri yang membangun kolam ikan akan mendapatkan bantuan benih ikan dari Disnakkan. "Mereka tinggal memelihara ikan tersebut dalam kolam-kolam yang ada dirumahnya," katanya. ]uga, sebagian benih ikan yang ada di BBI Tenggarang dan BBI Sumberwringin ada yang dijual ke masyarakat.
Selanjutnya, warga yang memiliki kolam ikan, membesarkan sendiri benih-benih ikan yang dipasok dari Disnakkan itu. Saat ikan sudah besar atau dewasa, maka warga akan menjual ikan tombro dan nila ke pasar atau ke warung." Pasti ikan itu laku keras. Karena, kebutuhan akan ikan air tawar masih sangat besar," katanya.
Bahkan, kata Dwi, pihaknya seringkali kewalahan melayani penjualan benih ikan. Karena, banyak petani ikan dari Situbondo dan Jember yang membeli benih ikan ke BBI milik Disnakkan. "Karena memang banyak restoran yang membutuhkan ikan untuk dijual lagi sebagai menu makanan," ujaranya.
Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya melakukan pembenihan ikan secara besar-besaran. Karena, masyarakat di Bondowoso sangat membutuhkan benih untuk dipelihara dan dijual lagi. "Saat ini, banyak sekali kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki kolam dari terpal dan membangun kolam dari semen dan batu bata," katanya. Tujuannya, untuk komersial. "Mereka menjual ikan untuk penghasilan sehari-harinya," katanya.
Selain itu, kata Dwi, ia melihat adanya peningkatan pendapatan dari warga sekitar. "Karena selain bertani, warga juga membangun kolam dekat sawah mereka. Lalu, hasil panenan ikan ini mampu menunjang pemasukan selain panenan dari sawah," katanya.
Juga, Dwi melihat tingkat konsumsi warga untuk mengkonsumsi ikan darat, cukup besar. Sebab, warga sekitar yang memiliki kolam, menjual ikannya ke tetangga mereka. “Jadi warga mendapatkan pasokan gizi yang cukup," katanya. Oleh sebab itu, ia akan terus berusaha membudidayakan ikan darat di Bondowoso. "Apalagi Bondowoso tidak punya laut. Satu-satunya cara dengan merangsang warga untuk membuat kolam ikan," pungkasnya.
- Radar Ijen, 25/03/15 -
