Pemkab Jajaki Kerjasama dengan Perusahaan Tepung
![]() |
| POTENSI BESAR: Selain untuk kebutuhan tape, ke depan singkong Bondowoso juga bakal dibutuhkan sebagai bahan baku tapioka. Pemkab telah menjajaki kerjasama dengan salah satu pabrik pembuatan tepung. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Kabar gembira bagi para petani singkong yang ada di Bondowoso. Selain untuk bisa memasok produksi singkongnya ke industri tape, ke depan petani juga bisa menanam lebih banyak lagi singkong untuk kebutuhan pabrik tepung.
Saat ini. Pemkab Bondowoso tengah melakukan penjajakan kerjasama dengan PT Sungai Budi Lampung untuk memasok singkong sebagai bahan utama pembuatan tepung tapioka. Berdasarkan kesepakatan awal, pasokan singkong dari petani ke perusahaan tersebut ditarget minimal 20 ton per hari.
Bupati Amin Said Husni kepada menjelaskan, potensi lahan singkong yang dimiliki kabupaten Bondowoso sangat besar untuk dilakukan budidaya. Bahkan, masyarakat Bondowoso sudah terbiasa menanam singkong di lahan-lahan milik mereka. Kondisi tersebut tentu sangat positif jika kemudian kerjasama dengan perusahaan tepung tapioka itu benar-benar terwujud. "Oleh sebab itu, saya optimistis untuk memasok kebutuhan singkong kepada PT Sungai Budi Lampung," katanya.
Selain itu, lahan petani yang ditanami singkong sangat luas. "Saya berharap kebutuhan singkong dari PT Sungai Budi Lampung itu bisa terpenuhi. Mereka meminta Bondowoso untuk memasok kebutuhan sepuluh persen dari yang dibutuhkan, yakni 20 ton per hari," ujarnya.
Kebutuhan singkong dari PT Sungai Budi Lampung mencapai 200 ton per hari. Selama ini, kebutuhan itu dipasok dari beberapa daerah di Indonesia. Bahkan, mereka mengimpor singkong dari luar negeri. "Bondowoso melihat ini sebagai peluang besar. Oleh sebab itu, kami meminta Dinas Pertanian untuk melakukan sosialiasi kepada petani untuk segera menanam singkong," jelasnya.
Namun begitu, PT Sungai Budi Lampung akan melakukan penandatangan kerjasama atau MoU dengan Pemkab Bondowoso terlebih dahulu. Setelah ada penandatanganan kesepakatan kerjasama itu, maka petani akan segera menanami lahan mereka dengan singkong untuk bahan baku tapioka.
"Tentu mereka akan membelinya dengan harga yang sudah disepakati sehingga petani sudah memiliki pasar yang pasti," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Hindarto yang ikut kunjungan ke PT Sungai Budi Lampung menjelaskan, pihaknya segera melakukan sosialisasi kepada petani untuk menanam singkong yang dibutuhkan oleh PT Sungai Budi Lampung. "Kami berharap petani menanami lahan mereka dengan singkong. Dan, para petani itu merupakan binaan PT Sungai Budi Lampung," katanya
Selain itu, ada jaminan untuk membeli singkong dengan harga Rp 800 per kilogram. Namun, jika harga singkong naik, maka PT Sungai Budi Lampung akan membeli singkong dengan harga pasar. "Jadi, petani sudah mendapatkan ketetapan harga," katanya.
Hindarto menambahkan, lahan milik petani di Bondowoso sangat luas. Bahkan, Bondowoso dikenal sebagai penghasil singkong. "Pernah Bondowoso ini menjual singkong dalam jumlah cukup besar ke pabrik tapioka," katanya.
Oleh sebab itu, PT Sungai Budi Lampung melirik Bondowoso agar mau diajak kerjasama dengannya. Terlebih, singkong yang dihasilkan oleh Bondowoso memiliki kualitas yang bagus. “Saya yakin, singkong Bondowoso akan diterima dengan baik oleh PT Sungai Budi Lampung," katanya. Oleh sebab itu, Dinas Pertanian secara masif akan mengajak petani untuk ramai-ramai menanam singkong.
- Radar Ijen, 31/03/15 -
