Server Rp 1 Miliar Pemkab Bondowoso Bermasalah

Server Rp1 Miliar Pemkab Bondowoso Bermasalah

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Proyek pengadaan jaringan privat (intranet) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur terus menuai masalah. Setelah beredar rekaman yang diduga terkait kasus suap proyek tersebut, terungkap fakta lain bahwa banyak server intranet yang ada sudah tidak berfungsi. Padahal, proyek ini baru diresminkan 2014 lalu.

Seperti yang terlihat di Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) tempat banyak pegawai tidak mengetahui tentang intranet. Namun, menurut salah seorang staf, server intranet yang diberikan Humas sudah tidak bisa dipakai. “Tidak ada itu, kalau alatnya ada, tapi tidak bisa dipakai,” kata staf tersebut saat ditemui KBR, Kamis (26/2).

Hal serupa juga disampaikan operator intranet Dinas Pariwisata, Anas, yang mengatakan bahwa server di dinas tersebut rusak akibat tersambar petir. Menurut Anas, pihaknya sudah melaporkan kerusakan tersebut, namun tidak ada respon dari Humas Pemkab.

“Awal musim hujan kemarin, server kita kena petir, jadi tidak bisa dipakai. Kita sudah laporkan ke Humas tapi belum ada tanggapan. Tidak hanya disini, kebetulan yang lain ada yang trouble juga,” kata Anas.

Dalam penelusuran Portalkbr di beberapa Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang telah terpasang jaringan privat (intranet), tidak ada satupun dinas yang bisa melakukan input data. Padahal, proyek yang menelan dana Rp1 milyar ini awalnya bertujuan untuk mempermudah akses dan input data dari SKPD ke Kantor Pemkab.

Bahkan operator dari Dinas Kesehatan, Febri mengeluhkan tentang tidak adanya sarana prasarana yang mendukung untuk memaksimalkan kerja program intranet tersebut. Menurutnya, Humas hanya memberikan server saja, sementara peralatan lain untuk melakukan panggilan video (video call) selama ini menggunakan komputer pribadi pegawai.

“Kita hanya terima CPU yang merupakan server, antena dan telepon. Sementara untuk saran pendukung lain seperti kamera video, laptop atau headphone, tidak disediakan. Jadi kalau diperlukan kita pakai laptop pribadi. Kalau dinas diminta pengadaan, ya tidak bisa, kami masih banyak prioritas lain,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar rekaman percakapan yang diduga bekas Kabag Humas Pemkab Bondowoso, Jakfar Sodiq seputar dugaan kasus suap proyek intranet. Dalam rekaman percapakan itu, suara mirip Jakfar Sodiq mengaku telah membuat pernyataan dari Kepala SKPD yang menyatakan alat tersebut ada dan sudah sampai.

baca juga: Beredar Rekaman yang Menguak Dugaan Suap Bekas Pejabat Bondowoso

Berikut isi percapakan tersebut :

Suara mirip Jakfar : Saya kan ingin menyelesaikan segera, akhirnya saya menghadap ke Kejaksaan (intel).
Seseorang : Dipanggil Pak Priambodo?
Suara mirip Jakfar : Iya, terus dengan saran, setelah Kasi intel turun kelapangan barang itu ada, cuma perlu ada perbaikan. Diantaranya engkok soro anu (saya diminta) membuat pernyataan dari dinas-dinas untuk menyatakan alat itu benar-benar ada dan sudah sampai. Itu sudah saya laksanakan.

Sementara itu, Portalkbr mencoba mengkonfirmasi terkait kasus ini ke beberapa pihak melalui sambungan telepon, diantaranya Mantan Kabag Humas, Jakfar Sodiq dan Kabag Humas Haeriyah Juliati. Namun tidak ada satupun yang menjawab telepon.