Perjuangan Uzlifatul Jannah, Pelari Andalan Bondowoso Sembuh dari Cedera
Ingin Segera Sembuh dan Persembahkan Emas Lagi
Nama Uzlifatul Jannah di dunia atletik Jatim pernah sangat disegani. Medali demi medali diraihnya untuk Bondowoso. Sayangnya, cedera berkepanjangan membuat Uus, panggilan akrabnya terus menurun prestasinya. Kini, dia berjuang demi kesembuhan cederanya dan bertekad kembali mempersembahkan medali untuk kota tercintanya.
RAUT wajah Uzlifatul Jannah di SMAN 3 pelari andalan Bondowoso tak terlihat garang seperti saat adu sprint di lintasan yang beringas dan kuai. Gadis berjilbab ini sedikit diam dan sesekali tertunduk lesu saat ditanya soal dunia larinya saat ini.
Maklum sang ratu lari jarak jauh tersebut mengalami trend penurunan sangat tajam selama dua tahun terkahir. Tak satu pun gelar juara diraih Uus dalam sejumlah even maupun kejuaraan lari jarak jauh dan maraton level Jatim, nasional, dan internasional di berbagai kota di Pulau lawa. Dia hanya mampu menembus lima atau sepuluh besar dalam kejuaraan lari jarah jauh baik senior, junior hingga pelajar.
Apalagi penampilan Uus di Porkab Bondowoso III/2014 seperti bukan Uus lagi. Sang juara bertahan Porkab tersebut harus kalah dengan juniornya Fitrya Tri Agustini. Bahkan, dalam seleksi PON Remaja I/2014 di Unesa Surabaya pada 27 - 28 Agustus 2014 lalu, Uus menempati peringkat empat lari 1.500 meter putri.
Dia lagi-lagi kalah dari Fitrya Tri Agustini yang menjadi juara. Selain itu, kecepatan remaja kelahiran 1988 ini tidak bisa menembus waktu limit yang tersedia. Sembari membuka file di gadget-nya, dia mencoba mengingat saat meraih emas di berbagai ajang lari. "Tak lengkap filenya foto saya saat lari dulu. Semua ada di Koni, sayang belum ke save di sini" ucapnya.
Jika Bondowoso benar-benar kehilangan Uus, bisa jadi akan terjadi luka mendalam bagi insan olahraga atletik. Pasalnya sejak 2009 lalu, dia adalah atlet yang selalu menyelamatkan Bondowoso dari paceklik medali di berbagai even olahraga regional Jatim maupun Nasional. Bahkan pertama kali mengikuti Porprov II 2009 di Malang, Uus mampu membawa pulang medali perak di nomor 5.000 meter.
Kemudian Porprov III 2011 di Kediri, satu medali emas 5.000 meter dan terakhir dua emas di Porprov IV Madiun dari nomor 5.000 meter dan 1.500 meter. Penurunan prestasi ini harus segera dilupakan Uus. Setelah lulus SMPN 1 Tamanan 2013 atau usai Porprov Jatim IV 2013 Madiun, Uus menerima tawaran beasiswa di SMAN 8 Kediri oleh Dispora Jatim.
Namun, harapan dan nasib pun merubah dari cita-citanya menjadi pelari yang kian cepat saat sekolah di Kediri. Pemberian program latihan kurang tepat membuat dia mengalami cidera. Apalagi saat mengalami cidera, Uus tetap saja wajib melakukan latihan. "Di sana disuruh angkat beban lebih dari beban saya, sambil skot jump," paparnya.
Apalagi saat izin tidak mengikuti latihan karena cedera, pelatih di sana tidak mengubrisnya. Bahkan beranggapan hanya alasan saja dan malas mengikuti latihan. Akhirnya cedera pinggul yang dialami Uus pun semakin parah hingga masih terasa hingga sekarang.
Merasa semakin kesakitan cedera tersebut, tahun ajaran baru 2014/2015 Uus kembali ke sekolah di Bondowoso. "Awalnya tidak boleh, tapi orang tua langsung kesini," ujarnya. Dia pun ingat betul waktu dan tanggal berapa dia kembali ke Bondowoso. "1 Juli saya keluar dari SMPN 8 Kediri. Alhamdullih ada pak Santijo yang berusaha memasukan sekolah di SMAN 3 itu," imbuhnya.
Semangat ingin kembali berlari dan belan Uus untuk menyembuhkan cederanya tersebut, hampir dua kali seminggu dia berserta sang ayah melakukan terapi di Jember. Dalam hati kecil Uus berharap, dengan keringatnya membawa harum Bondowoso, jangan cepat-cepat melupakannya. "Terus terang saya jarang dikunjungi, apa saya bisa berlari lagi atau tidak," ucapnya.
Satu hal yang sampai saat ini Uus kenang adalah memperkenalkan olahraga lari dari sang ayah kala kecil dulu. "Setiap pulang dari sawah, ayah selalu jogging dan saya selalu ikut," ucapnya. Itulah yang menjadi semangat utama Uus ingin pulih dari cedera dan bertekad membela Bondowoso di Porprov Jatim V Banyuwangi, Juni 2015 mendatang.
- Radar Ijen, 25/02/15 -
