Pembangunan Pasar Wringin Diperkirakan Selesai Bulan Maret

Pembangunan Pasar Wringin Bondowoso
Belum berpintu, deretan los di pasar Wringin yang dikeluhkan para pedagang karena rolling door yang belum selesai dikerjakan

WRINGIN, InfoBondowoso.net - Pembangunan Pasar Wringin yang belum juga kelar hingga membuai para pedagang resah akhirnya mulai menemui titik terang. Pihak rekanan yang mengerjakan pasar tersebut akhirnya memastikan pembangunan rolling door yang selama ini dipertanyakan para pedagang. Mereka kemarin juga menyepakati kesepahaman untuk melanjutkan pembangunan, antara tukang, pedagang maupun organisasi masyarakat setempat di Kecamatan Wringin.

Harimas, kepala Diskoperindag Bondowoso yang memediasi pertemuan kemarin mengatakan, perwakilan pedagang sempat datang dan mengeluhkan pembangunan Pasar Wringin yang tak kunjung usai. Dia yang tidak ingin terus belanjut akhirnya mengumpulkan rekanan, pekerja, tukang, dan pedagang agar segera selesai dengan baik dan nyaman.

Ternyata, kata dia, dalam pertemuan kali ini ditemukan beberapa kendala, diantaranya meterial atau faktor lainnya. "Tapi mulai besok atau lusa, mulai ada kegiatan pemasangan kelengkapan rolling door," katanya.

Dia berharap dengan adanya nota kesepahaman ini, antara rekanan pekerja dan tukang tidak saling menyalahkan begitu pula dengan pedagang. Pada 17 Maret nanti, juga belum tentu 26 pedagang kios Pasar Wringin kembali berjualan. "Nanti kami kumpulkan lagi, juga membicarakan sistem, listrik atau lainya sebelum penyerahan kunci," ucapnya.

Selain sebagai kepala Diskoperindag, hal itu dilakukan Harimas demi menjaga kepercayaan Kementrian PU terhadap Bondowoso. "Saya ingin menjaga kepercayaan pusat, agar proyek pembagunan nanti bisa turun lagi ke pasar Bondowoso." ucapnya.

Sementara Slamet Riyadi, perwakilan pedangan kios Pasar Wringin, merasa senang atas hasil pertemuan tersebut. Karena selama proses relokasi Oktober 2014 lalu hingga kini belum selesai pembangunannya. Awalnya, kata dia, janji selesai akhir tahun 2014, namun terkandala dana sehingga sekarang. Sayangnya setelah proses relokasi tersebut, tidak langsung digarap.

"Setengah bulan baru mulai membangun, selain itu juga janji rolling door 11 Maret, dan menjadi 17 Maret," imbuhnya. Dampak dari itu, pendapatan para pedagang turun sampai 75 persen. "Tidak hanya saya, yang lain juga, bahkan ada lima orang yang tidak berjualan dan satu pedangan sampai stres karena banyak tagihan di Bank," ungkapnya.

Meskipun kondisi bangunan Pasar Wringin lebih bagus, tapi keyakinan Slamet konsumen akan sulit masuk hingga menuju kios paling belakang. Pasalnya, bangunan saat ini tidak ada celah di tengah hanya berada di samping saja. "Dulu kios ada yang mengadap ke umur, selatan dan barat. Sekarang hanya timur saja," jelasnya. Sementara untuk luas, kata dia, per kios sama dengan dulu yakni 3,5 meter x 2,5 meter. "Ya Alhamdulillah gratis," ucapnya.


- Radar Ijen, 26/02/15 -