Mahasiswa Bondowoso Galang Koin Untuk Australia

Mahasiswa Bondowoso Galang Koin Untuk Australia

InfoBondowoso.net - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Bondowoso kemarin turun jalan. Mereka menggelar aksi solidaritas mengumpulkan koin dari para pengendara di sejumlah jalan utama di Bondowoso. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbot yang dianggap telah menyinggung perasaan korban Tsunami Aceh.

Seperti diketahui, saat pemerintah Indonesia hendak mengeksekusi mati dua terpidana mati kasus narkoba Bali Nine asal Australia, protes keras dilancarkan PM Australia Tonny Abbot. Dia mendesak agar eksekusi mati itu tidak dilakukan. Apalagi, Australia telah banyak memberikan bantuan terhadap Indonesia, khususnya ketika Tsunami Aceh.

Pernyataan itu kontan membuat banyak warga Indonesia geram. Mereka kemudian melakukan aksi penggalangan koin yang rencananya akan diserahkan ke Australia.

Dalam aksi kemarin, Puluhan aktivis HMI komariat Bondowoso itu mulai melakukan penggalangan koin mulai dari pagi hingga siang. Ketua HMI Komisariat Bondowoso Fajri mengungkapkan, aksi ini adalah gerakan one man one coin sebagai bentuk kecaman serta kritikan terhadap PM Australia yang menyinggung harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Dia menyesalkan sikap perdana mentri Australia tersebut yang menanyakan rasa terima kasih Indonesia saat diberikan bantuan bencana tsunami Aceh 2006 lalu. Terlebih lagi, kata dia, hal itu bertepatan dengan moment akan dilaksanakannya eksekusi hukuman manti warga Australia akibat kasus narkoba.

Hasil penggalangan koin demi koin ini, ujar Fajri nantinya akan dikirimkan kepada pemerintah Australia melalui DPRD Bondowoso. "Hukum harus ditegakkan. Bali Nine jelas melakukan pelanggaran hokum berat dan merusak geransi muda Indonesia akibat ulah penyelendupan narkoba," katanya.

Dia dan rekan-rekannya selaku anggota HMI menegaskan jika Indonesia mampu bediri di atas kaki sendiri walaupun tanpa bantuan dari Australia. Apalagi pemerintah Indonesia tidak pernah meminta bantuan kemanusiaan apa pun terhadap Australia. "Biarlah koin ini sebagai ganti dari uang yang sudah diberikan oleh Australia," tegasnya. Jika Australia menyinggung masalah dana tersebut, kata dia, maka sebagai anak bangsa Indonesia tidak akan menundukkan kepala kepada Australia hanya gara-gara persoalan bantuan dana.


- Radar Ijen, 25/02/15 -