Pihak Pengelola Tasnan Optimis Penuhi Target PAD
![]() |
| Renovasi pemandian alam Tasnan yang dilakukan seiring dengan kesepakatan jalinan kerja sama Pemkab dengan pihak ketiga. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Kerjasama antara pemerintah daerah dengan pihak ketiga terkait pengelolaan pemandian alam Tasnan di Desa Taman, Grujugan tuntas sudah. Hal itu terlihat dari mulai dilakukannya renovasi di pemandian sisa peninggalan Belanda tersebut.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember di Tasnan kemarin, sejumlah bangunan di beberapa titik sudah mulai dibongkar. Begitu juga dengan lantai dan sejumlah ornamen kolam yang juga diperbaiki. Meski dilakukan renovasi, namun bentuk asli bangunan tidak banyak perubahan. Hanya fungsinya saja yang akan diubah.
Adi Sunaryadi, Kabid Promosi Disparporahub Bondowoso menjelaskan, ditargetkan pembangunan atau renovasi Tasnan akan tuntas pada akhir Desember mendatang. "Pada tahun baru nanti, ditargetkan sudah bisa dikunjungi sehingga menjadi objek wisata alternatif pada saat perayaan tahun baru," ungkapnya. Seluruh biaya renovasi dibiayai oleh pihak ketiga.
Dia menjelaskan, selain menawarkan pesona pemandian alam, Tasnan ke depan juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung. Misalnya bar, karaoke hingga aula pertemuan. Termasuk juga arena permainan untuk anak-anak.
Pihaknya juga memastikan, segala sesuatu terkait dengan administrasi kerja sama antara Pemkab dan pihak kedga sudah tuntas dilakukan. Termasuk juga sudah disetujui oleh DPRD Bondowoso. Pemkab berharap, melalui kerja sama dengan pihak ketiga tersebut, maka pendapatan pemerintah melalui sektor pariwisata khususnya melalui Tasnan akan meningkat
Sebelumnya, PAD dari Tasnan hanya sekitar Rp 8,5 juta per tahun. Setelah dikelola pihak ketiga, maka PAD pada tahun pertama mencapai Rp 18 juta. "Dan itu akan meningkat dari tahun ke tahun," ungkapnya. Rentang waktu kerja sama antar kedua belah pihak dilakukan selama 30 tahun. Setelah itu, maka aset Tasnan akan kembali milik pemerintah daerah.
Sebelumnya, Agus Darminto dari PT Dian Graha Utama selaku pihak ketiga menyatakan jika konsep pengembangan Tasnan nantinya adalah revitalisasi atau perbaikan infrastruktur yang ada. Namun dia memastikan, revitalisasi yang dilakukan tidak akan mengubah bentuk, namun hanya mengubah fungsinya saja. Sejumlah infrastruktur yang ada saat ini akan dibenahi agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan wisata.
Dia juga menginginkan Tasnan tidak hanya sekadar menjadi tempat pemandian dan berenang saja. "Kami ingin Tasnan dari konsep pemandian menjadi konsep wisata. Para pengunjung yang datang harus bisa merasakan perbedaan suasana," jelasnya.
- Jawa Pos, 11/12/14 -
