Peringati HMPI, Pemkab Bondowoso Tanam Pohon di DAS Sampean
![]() |
| Bupati Amin dan istri Ny. Faizah Amin Said Husni saat melakukan penanaman secara simbolik / bondowosokab.go.id |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang dipusatkan di sekitar areal Balai Pertemuan PG Pradjekan, ditandai dengan penanaman bibit pohon secara simbolis oleh Bupati dan istri, Ny Faizah Amin Said Husni, kemarin (10/12). Penanaman bibit pohon itu diikuti oleh Wabup KH Salwa Arifin, Sekda Hidayat, Kapolres AKBP Djadjuli, Ketua PN Bondowoso Didik Setyo, Kasi Pidsus Niko, Ketua MUI KH Abdul Oadir Syam, General Manager PG Pradjekan Betta Rusyanto, serta pejabat lainnya.
Untuk program penanaman satu miliar pohon ini, akan dilakukan secara bertahap di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Sampean. Sebab, aliran sungai itu pernah meluap dan mengakibatkan banjir bandang pada tahun 2002 dan 2007, khususnya di sekitar wilayah Cangkring Pradjekan dan Situbondo. Oleh sebab itu, GM PG Pradjekan Betta Rusyanto meminta bupati Amin Said Husni untuk melakukan penanaman pohon di areal atau lahan milik PG Pradjekan yang letaknya cukup dekat dengan Sungai Sampean.
Bupati Amin mengatakan, sejak menjabat bupati pada 2008, luas lahan kritis di Bondowoso sekitar 23 ribu hektare lebih. Namun, setelah pihaknya melakukan gerakan menanam satu miliar pohon setiap tahunnya, maka pada akhir tahun 2014 ini, areal atau lahan kritis tersisa sekitar 9,7 ribu hektare. "Jadi, tugas saya dan kita semua, baik Dishutbun, DAS Sampean, PTPN XI dalam hal ini PG Pradjekan, serta masyarakat luas, wajib untuk menanami lahan hingga tidak ada lagi lahan kritis di Bondowoso," jelasnya.
Amin menambahkan, pepohonan yang ada di hutan-hutan di Bondowoso itu bukanlah milik kita. "Tetapi itu harta warisan bagi anak cucu. Oleh sebab itu, kita wajib untuk melestarikan hutan yang ada saal ini," katanya. Namun begitu, Amin melihat fenomena yang ada sekarang, masyarakat sudah paham terhadap pelestarian alam. "Mereka menanami lahan mereka dengan pohon sengon. Lalu, mereka menjual sengon saat usia 5 tahun," terangnya. Namun begitu, dia juga melarang warga agar tidak mengubah sawah produktif dengan menanam pohon. "Sebab, sawah itu menghasilkan padi untuk ketahanan pangan," katanya.
Sedangkan General Manager PG Pradjekan Betta Rusyanto sangat mengapresiasi kegiatan penanaman satu miliar pohon dipusatkan di areal lahan milik PG Pradjekan. Sebab, itu akan membuat lahan PG Pradjekan menjadi subur dan mampu menghasilkan air yang berasal dari tanah.
"Apalagi PG Pradjekan ini punya pabrik yang memproduksi air mineral yang memiliki merek Segar. Air mineral ini sudah dipasarkan sejak sebulan lalu," katanya. Dan, pihaknya mendukung penanaman pohon sebanyak 7.800 batang pohon di sepanjang sungai Sampean.
Sementara itu, Kadishutbun Bondowoso Matsakur menambahkan, untuk acara HMPI ini, jenis pohon yang ditanam diantaranya seperti sengon, sawo kecik, sono dan mahoni.
- Jawa Pos, 11/12/14 -
