Dinsos Makamkan Anak Gelandangan Suspect HIV/Aids
JEMBER, InfoBondowoso.net - Aisyah Balita asal Bondowoso yang terjaring operasi gepeng (gelandangan dan Pengemis) Dinas sosial Pemkab Jember bersama Purwati (28thn) ibu korban senin (8/12) lalu meninggal dunia akibat suspect HIV yang dideritanya. Kepala Dinas Sosial Jember, Ir.Eko Heru S. melalui kepala UPT Liposos Jember Winarto membenarkan ada gepeng yang meninggal dan dikuburkan Di lokasi Pemakaman milik Pemkab Jember atas nama Aisyah.
Saat dibawa, kondisi Asyiah dan ibunya sangat memperihatinkan, setelah ditampung selama kurang lebih 2 hari, Asyiah yang mengidap suspect HIV akhirnya meninggal di RSD.Soebandi dan dimakamkan di lahan milik Liposos. “ Keduanya kita bawa dari terminal Tawang Alun Jember. Saat kita bawa kondisi keduanya sangat memperihatinkan. Bahkan saat kita tampung diLiposos kondisi Aisyah semakin memburuk karena dehidrasi, karena takut terjadi sesuatu hal yang tdak kita inginkan, akhirnya kita rujuk ke RSD.Soebandi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut . setelah beberapa hari disana, Aisyah tidak tertolong lagi.” Paparnya, Jumat (19/12/2014).
Status Purwati sendiri diketahui warga kabupaten Bondowoso dari kartu tanda Pengenalnya yang dibawanya. Karena terlantar di terminal Tawang alu Jember ,akhirnya pihak Dinsos Jember membawanya ke Liposos.
Dikonfirmasi terpisah Humas di RSD.Soebandi Dr. Justina Evi membenarkan telah merawat balita atas nama Aisyah yang dirujuk dari Liposos Jember, karena kondisinya drop terus, akhirnya nyawa Aisyah tidak dapat diselamatkan. saat dilakukan pemeriksaan serta test darah diketahui, Aisyah terkena suspect HIV. “pasien Aisyah memang positif terkena suspect HIV, sebab dari hasil test yang kita dalami,dua diantara tiga testnya posistif HIV, namun karena usianya satu tahun, maka belum tuntas. Ini bisa dikategorikan positif HIV.” tuturnya.
Lebih lanjut menurut Evi, bisa jadi ibunya positif HIV sebab penularan untuk anak usia balita berasal dari orang tuanya. Untuk penanganan lebih lanjut ibunya harus kita karantina untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sumber
Saat dibawa, kondisi Asyiah dan ibunya sangat memperihatinkan, setelah ditampung selama kurang lebih 2 hari, Asyiah yang mengidap suspect HIV akhirnya meninggal di RSD.Soebandi dan dimakamkan di lahan milik Liposos. “ Keduanya kita bawa dari terminal Tawang Alun Jember. Saat kita bawa kondisi keduanya sangat memperihatinkan. Bahkan saat kita tampung diLiposos kondisi Aisyah semakin memburuk karena dehidrasi, karena takut terjadi sesuatu hal yang tdak kita inginkan, akhirnya kita rujuk ke RSD.Soebandi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut . setelah beberapa hari disana, Aisyah tidak tertolong lagi.” Paparnya, Jumat (19/12/2014).
Status Purwati sendiri diketahui warga kabupaten Bondowoso dari kartu tanda Pengenalnya yang dibawanya. Karena terlantar di terminal Tawang alu Jember ,akhirnya pihak Dinsos Jember membawanya ke Liposos.
Dikonfirmasi terpisah Humas di RSD.Soebandi Dr. Justina Evi membenarkan telah merawat balita atas nama Aisyah yang dirujuk dari Liposos Jember, karena kondisinya drop terus, akhirnya nyawa Aisyah tidak dapat diselamatkan. saat dilakukan pemeriksaan serta test darah diketahui, Aisyah terkena suspect HIV. “pasien Aisyah memang positif terkena suspect HIV, sebab dari hasil test yang kita dalami,dua diantara tiga testnya posistif HIV, namun karena usianya satu tahun, maka belum tuntas. Ini bisa dikategorikan positif HIV.” tuturnya.
Lebih lanjut menurut Evi, bisa jadi ibunya positif HIV sebab penularan untuk anak usia balita berasal dari orang tuanya. Untuk penanganan lebih lanjut ibunya harus kita karantina untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sumber
