Warga Tagih Janji Pengelola SPBE Grujugan
![]() |
| Surip membentangkan aneka spanduk meminta agar SPBE Grujugan melakukan pembagian hasil dengan warga sekitar. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Surip Diansyah, 53, warga Desa Taman, Grujugan ini membentangkan sejumlah spanduk panjang di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Grujugan kemarin. Melalui spanduk-spanduk yang dipasang seorang diri itu, dia meminta pengelola SPBE untuk menepati janji kepada warga untuk memberikan dana sosial setiap tahun.
Menurut Surip, ketika hendak beroperasi sekitar tiga tahun silam, SPBE itu sempat ditolak warga. Bahkan warga beberapa kali melakukan aksi demo dan penutupan jalan waktu itu, untuk meredam penolakan warga, akhirnya pihak pengelola menemui sejumlah tokoh dan menjanjikan sejumlah kompensasi. Salah satu kesepakatan dengan warga waktu itu, lanjut Surip, pengelola SPBE siap menyalurkan 2,5 persen dari keuntungan setiap tahun untuk kegiatan-kegiatan sosial masyarakat. "Termasuk untuk membentuk fakir miskin yang ada di sekitar SPBE," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin.
Namun setelah tiga tahun berjalan ini, kata dia, janji-janji itu tak pernah ditepati. Dia menegaskan, bahwa janji 2,5 persen pembagian dari keuntungan tiap tahun itu tidak pernah disalurkan kepada warga.
Menuturnya, aksinya yang dilakukan seorang diri itu sebenarnya banyak mendapatkan dukungan dari warga lain. Namun banyak warga yang takut untuk ikut karena khawatir mendapatkan tindakan represif. Selain itu, dia juga menyayangkan tokoh-tokoh yang sebelumnya ikut mendukung tapi sekarang tidak lagi memperhatikan. "Kemungkinan hanya tokoh-tokoh saja yang menerima," ujarnya.
Sementara itu, Manajer Operasional PT Aria Energy Persada, Handoko, sebagai pengelola SPBE Grujugan saat dikonfirmasi tidak mengetahui adanya perjanjian kompensasi tersebut. "Saya tidak tahu, karena ketika saya masuk ke sini SPBE sudah beroperasi," ungkapnya.
Kendati begitu, lanjut dia, terkait dengan kepedulian pengelola SPBE terhadap lingkungan sekitar sudah dilakukan. Misalnya, ketika ada kegiatan-kegiatan keagamaan pengelola SPBE selalu ikut menyumbang. Selain itu, warga di sekitar juga diakomodasi untuk bisa bekerja di SPBE. "Pekerja di sini 99 persen warga sekitar," tambahnya.
Terkait dengan tuntutan pembagian keuntungan per tahun sebesar 2,5 persen pihaknya memastikan tidak mungkin bisa dipenuhi. Sebelumnya, kata dia, sempat juga ada tuntutan pembagian keuntungan Rp 1000 rupiah per tabung.
- Jawa Pos, 25/11/14 -
