PMII Bondowoso Demo soal Kenaikan Harga BBM
![]() |
| Sejumlah aktivis PMII Bondowoso demo soal kenaikan BBM di Bondowoso. foto: instagram dia_ajeng |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Sejumlah aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Bondowoso, Jawa Timur, Rabu melakukan unjuk rasa menolak kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
Kepolisian Resort Bondowoso menurunkan 250 personel untuk mengamankan demo mahasiswa tersebut. Demo penolakan harga BBM naik itu dilakukan oleh aktivis PMII yang dimulai dari depan Kantor pemerintah daerah.
Di depan kantor bupati itu para mahasiswa berorasi mengenai penolakan mereka terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla yang menaikkan harga bensin dan solar, masing-masing dengan kenaikan sebesar Rp2.000 per liter.
Setelah berorasi, mereka kemudian berjalan kaki sambil membentangkan sejumlah poster. Saat bergerak ke arah timur, di depan Pasar Induk Bondowoso terdapat baliho besar bergambar pasangan Presiden Jokowi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Saat itu para mahasiswa sempat melempari baliho tersebut. Anggota Polres Bondowoso yang dipimpin oleh Wakil Kepala Polres Kompol Mudawaroh langsung melakukan pencegahan agar pelemparan itu tidak berlanjut.
Mahasiswa terus bergerak ke arah timur melewati stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Tenggarang. Di tempat itu mahasiswa sempat berhenti, namun kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju kantor DPRD Bondowoso yang terletak di Kecamatan Tenggarang.
Kompol Mudawaroh mengatakan bahwa secara umum aksi unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam wadah PMII itu berjalan lancar. Polisi sebagai aparat penegak hukum hanya mengawal mereka yang ingin menyalurkan aspirasinya agar berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.
Sementara itu angkutan di Bondowoso tetap berjalan sebagaimana biasa, seperti yang terjadi di terminal. Armada bus yang menuju Surabaya maupun Malang melewati Kabupaten Probolinggo tetap beroperasi sebagaimana biasa. Karena itu tidak ada penumpukan penumpang, baik di terminal maupun di sejumlah ruas jalan.
