PMI Bondowoso Canangkan Program Sekolah Sehat

PMI Bondowoso Canangkan Program Sekolah Sehat

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Sebagai institusi yang salah satunya bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan, berbagai terobosan teknis dilakukan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso. Salah satu yang kini sudah dicanangkan oleh PMI Bondowoso adalah program Sekolah Sehat Indonesia (Sehati).

"Program Sehati ini kita canangkan untuk bisa dilakukan pada 2015 mendatang," ujar Miftahul Huda, ketua PMI Bondowoso. Menurutnya, program tersebut diharapkan menjadi salah satu jawaban terhadap banyaknya persoalan kesehatan yang terdapat di sekolah-sekolah.

Dia menjelaskan, program Sehati ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sekolah di Bondowoso yang belum memiliki toilet. Termasuk juga yang sudah memiliki toilet tetapi masih belum layak. Padahal keberadaan toilet tersebut menjadi sangat vital dan penting dalam menjaga kesehatan pelajar, khususnya ketika berada di sekolah. Melalui program itulah, PMI akan ikut ambil bagian dalam mendorong keberadaan toilet yang layak di sekolah-sekolah

Miftah menambahkan, pencanangan program tersebut ternyata mendapatkan sambutan yang baik dari berbagai pihak. Termasuk dari sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Gapensi di Bondowoso. "Banyak juga pengusaha lain yang antusias untuk ikut membantu dalam program ini," tambahnya.

Di sisi lain, kata dia, pihaknya juga mengajak sejumlah pihak lain untuk ikut serta dalam program sosial untuk mendukung pembentukan karakter anak didik di sekolah untuk memiliki pola hidup sehat. "Harapan kita program ini dapat membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan pendidikan karakter khususnya karakter hidup sehat dan solidaritas sosial," jelasnya.

Sebelumnya, sebagai persiapan untuk menyongsong program-program yang akan dijalankan pada 2015, Palang Merah lndonesia (PMI) Bondowoso menggelar musyawarah kerja (musker)2015. Melalui Musker yang melibatkan berbagai elemen yang menjadi mitra PMI tersebut, pihaknya berharap ada perbaikan yang lebih maksimal ke depannya. "Ke depan, agenda-agenda kegiatan kita harus lebih terorganisasi dengan lebih baik dengan pengelolaan yang lebih akuntabel," ujar pria yang baru menjabat sekitar enam bulan di PMI ini.


- Jawa Pos, 28/11/14 -