Satu Jamaah Haji Asal Bondowoso Meninggal di Makkah
![]() |
| Satu Jamaah Haji Asal Bondowoso Meninggal di Makkah, ilustrasi / merdeka.com |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Kabar duka datang dari rombongan haji asal Bondowoso. Seorang jemaah bernama Kholifah, 48, warga Kecamatan Maesan dikabarkan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis.
Kabar meninggalnya seorang jemaah tersebut diungkapkan oleh H Yunus, Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bondowoso kemarin.
Kabar meninggalnya seorang jemaah tersebut diungkapkan oleh H Yunus, kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Bondowoso, kemarin. "Satu jamaah haji asal Bondowoso ini meninggal di Makkah, di Rumah Sakit Az-zahir King Abdul Aziz karena sakit Informasi yang kita terima karena gagal ginjal," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin.
Almarhumah menurut dia tergabung dalam kolter 29 yang sebelumnya total berisikan 445 jamaah haji asal Bondowoso, karena meninggalnya satu jamaah tersebut, maka di kloter 29 ini kini hanya tinggal 444 jemaah.
Selain itu, sebanyak 50 jamaah haji asal Bondowoso lainnya tergabung dengan kloter 30 yang juga berisi jamaah haji asal Situbondo. Sementara delapan jamaah lainnya tergabung dengan kloter 44 bersama dengan jamaah asal Kota Batu. Total jamaah haji asal Bondowoso pada tahun ini sebanyak 503 jamaah.
Yunus menjelaskan, selain satu jamaah yang meninggal tersebut, kondisi jamaah lainnya hingga kemarin masih terpantau sehat. Beberapa kendala kesehatan yang banyak dialami jamaah selama penyelenggaraan haji ini adalah batuk dan kelelahan. Apalagi ketika puncak haji berlangsung.
Saat ini menurutnya para jamaah haji masih menjalani ibadah umroh di Makkah. Diagendakan kloter 29 dan 30 akan bertolak dari Bandara King Abdul Aziz, Jeddah ke tanah air pada 21 Oktober sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Rombongan akan tiba di Bandara Juanda pada pukul 20.00 dan diagendakan tiba di Bondowoso pada 22 Oktober sekitar pukul 06.00 pagi. "Kita doakan para jamaah haji kita diberi kelancaran dan membawa haji mabrur," harapnya.
M. Syaeful Bahar, salah satu jamaah haji asal Bondowoso melalui pesan singkat mengatakan, cuaca yang cukup panas memang menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi jamaah. Apalagi cuaca bisa mencapai 45-50 derajat Celcius. "Jadi juga banyak yang sakit," jelasnya.
- Jawa Pos, 15/10/14 -
