Dinas Pertanian Bondowoso Klarifikasi Terkait Pendistribusian Pupuk Bersubsidi
![]() |
| : Samsul Arifin, salah satu distributor pupuk bersubdisi memastikan pasokan pupuk tetap stabil. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Adanya kabar bahwa ada sejumlah kios di Tegalampel yang diduga tutup, namun tetap mendapatkan jatah pupuk bersubsidi disikapi serius Dinas Pertanian (Disperta). Kemarin, pihak Disperta memanggil pihak penyalur maupun PPL setempat untuk mengklarifikasi adanya kabar tersebut.
Kabid Usaha Tani, Winarto, yang mewakili kepala Disperta menjelaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk memantau pelayanan standar minimal. Salah satunya adalah ketersediaan pupuk di masyarakat. Selain itu adalah terpenuhinya standar administrasi untuk alokasi pupuk. Hal itu sudah dilakukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi.
Dia menjelaskan, pada 2014 ini Bondowoso mulanya mendapatkan jatah 32 ribu ton pupuk bersubsidi. Pihaknya memprediksi ketersediaan pupuk akan habis hingga Oktober ini. Namun setelah mendapatkan tambahan hingga total mencapai 38,9 ton, maka ketersediaan pupuk akan aman hingga akhir tahun. Hal itu jika mengacu pada serapan pupuk 2013 yang hanya 38 ribu ton. "Jadi sisa 900 ton ini menjadi cadangan kita," jelasnya usai bertemu dengan distributor dan PPL kemarin.
Terkait kabar adanya kios di Desa Tanggulangin dan Karanganyar yang sudah tutup, namun tetap mendapatkan jatah, pihaknya mengaku sudah mengklarifikasi hal itu ke distributor maupun PPL setempat. "Dari hasil klarifikasi kami, itu tidak benar. Kios yang di Tanggulangin tetap buka dan beroperasi. Meski pun tidak buka tiap hari," ujarnya.
Sementara untuk kios yang di Karanganyar pemiliknya sedang cuti dalam satu bulan terakhir ini. Kendati begitu, dari klarifikasi ke PPL, ketersediaan pupuk di desa tersebut masih tetap tercukupi. Bahkan untuk saat ini justru berlebih. Mengingat saat ini akhir musim tembakau di mana serapan pupuk sangat minim.
Masih beroperasinya kios di Tanggulangin itu dibenarkan oleh Samsul Arifin, Distributor pupuk dari CV Fia Mandiri yang memiliki wilayah kerja meliputi kecamatan Tegalampel. "Kios di Tanggulangin itu tidak tutup. Hanya saja pengiriman yang kita lakukan sesuai dengan kebutuhan kios. Kalau tidak butuh ya tentu tidak kita kirim," jelasnya.
Bahkan dia merinci pengiriman ke kios tersebut selama dua bulan terakhir. Pada September, pengiriman pupuk urea sebanyak 26 ton. Sementara pada Oktober masih sebesar dua ton. Hal itu menjelaskan jika kios tersebut masih tetap beroperasi.
Dia menambahkan, untuk total RDKK Tegalampel sepanjang 2014 ini mencapai 414,2 ton. Sementara realisasi sepanjang Januari - Oktober mencapai 126 ton. "Dengan kondisi ini tidak mungkin distributor itu bermain-main," jelasnya.
Yang pasti, lanjut dia, sepanjang 2014 ini pihaknya tidak pernah memutus kontrak atau memberhentikan kios-kios di kecamatan Tegalampel. Dari 19 kios yang tutup sepanjang 2014, hanya ada di kecamatan Jambesari, Pujer, Tapen dan Tlogosari. "Kalau yang di Karanganyar dan Tanggulangin, saya pastikan tetap buka," tambahnya.
Sebelumnya, Agus Sugiarto dari LSM Jack Centre mengungkapkan adanya jatah pupuk bersubdisi ke kios di Tanggulangin, padahal kios tersebut sudah tutup. "Berdasarkan pantauan kita, kios yang ada di desa Tanggul Angin ini sudah tutup sekitar enam bulan lalu. Tapi anehnya di daftar DO masih ada pengiriman," ungkapnya.
- Jawa Pos, 15/10/14 -
