Polres Bondowoso Didik Ratusan Warga Buta Aksara
![]() |
| (Ilustrasi) |
Kapolres Bondowoso AKBP M Sabilul Alif saat pembukaan di Bondowoso, Minggu menjelaskan kegiatan yang akan digelar selama empat bulan itu melibatkan seluruh jajaran, khususnya bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (babinkamtibmas), ibu-ibu bhayangkari dan dinas pendidikan setempat.
"Jumlah warga yang kami bina 30 kelompok, yang masing-masing beranggotakan 10 orang. Program polisi peduli pendidikan ini merupakan kepedulian Polres Bondowoso terhadap dunia pendidikan," kata mantan Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya itu.
Tujuan akhir dari program ini, kata dia, adalah memperbaiki masa depan bangsa lewat pendidikan, khususnya membuat seluruh masyarakat "melek" aksara dan huruf.
"Melek aksara adalah bagian penting pemenuhan hak asasi manusia (HAM). Peringatan hari aksara sedunia menjadi cacatan penting bagi Indonesia untuk terus berbenah menyongsong mimpi visi Indonesia 2030," katanya.
Ia menjelaskan bahwa tinggi rendahnya buta aksara akan menjadi penentu utama tinggi rendahnya kualitas pembangunan manusia Indonesia. Angka buta aksara menyumbang dua pertiga dalam penentuan indieks pembangunan manusia, selain ekonomi serta kesehatan.
Menurut dia, untuk program ini anggota Polres dan para istri polisi yang terlibat akan memberikan pengetahuan mengenai keaksaraan dasar bagi 300 warga binaan tersebut.
Pembukaan program itu dihadiri pejabat dinas pendidikan di Kabupaten Bondowoso, para kepala kepolisian sektor atau kapolsek, anggota Bhayangkari, para tutor dan lainnya.
