Pecinan Semakin Semrawut

Pecinan Semakin Semrawut
Penguna jalan harus ekstra hati-hati saat melewati jalan Teuku Uar dan jalan RE. Martadinata

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Arus lalu lintas di kawasan Pecinan semakin semrawut saja. Maklum, sepanjang Jalan Teuku Umar, depan Pasar Induk, saat ini dijadikan tempat penampungan bagi para pedagang yang kiosnya terbakar.

Para pengendara motor masih bisa melewati sepanjang jalan tersebut. Selain itu, jalan RE Martadinata yang merupakan tembusan dari Jalan Teuku Umar. saat ini tengah diaspal.
Tak ayal, arus lalu lintas di sepanjang jalan itu semrawut.

Beberapa warga mengatakan terpaksa harus menyusuri jalan itu dengan pelan-pelan. "Kalau laju motor kencang, jelas membahayakan. Karena situasinya masih semrawut," kata Suharli, 40, warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa (21/10).

Oleh sebab itu, pengendara motor roda dua yang melalui jalan Teuku Umar dan RE Martadinata untuk berbelanja ke pasar dan pertokoan di Pecinan, mengendalikan laju kendaraan di bawah 20 kilometer per jam.

Apalagi para pekerja masih menyelesaikan pembangunan lapak-lapak sepanjang Teuku Umar. Namun, pemkab masih memberikan toleransi kepada warga untuk melewati Jalan Teuku Umar yang akan ke pasar. Sebaliknya, di Jalan RE Martadinata sedang diperbaiki atau diaspal. Tak ayal, sepanjang jalan itu macet dan ruwet.

Namun, warga tetap berharap perbaikan jalan di lalan RE Martadinata cepat selesai. "Tentu saja kalau selesai, jalanan menjadi bagus dan lebar. Warga akan lebih menyukai melewati kawasan Pecinan," katanya.

Selain itu, masyarakat berharap pembangunan lapak dan kios segera selesai. Sebab, warga tidak bisa belanja ke pasar seperti saat Pasar Induk belum terbakar. Juga, pedagang yang kiosnya terbakar berharap mereka bisa segera menggelar dagangannya di lapak-lapak yang tengah dalam proses pembangunan. "Karena sudah lama kami tidak jualan," kata Khoir, 40.


- Jawa Pos, 22/10/14 -