Ibu "HIV" asal Maesan Melahirkan di Ambulans
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Sungguh miris melihat nasib seorang ibu asal Kecamatan Maesan, Bondowoso ini. Dia yang didiagnosis terjangkit virus HIV, melahirkan bayinya di dalam ambulans saat akan dirujuk ke RSU dr Koesnadi Bondowoso.
Menurut dr Arief Sudibyo, Kabid P2PL Dinas Kesehatan Bondowoso, beruntung ibunya selamat dan sehat, termasuk bayinya. Sebelumnya, pihak Dinkes terus memantau kondisi ibu muda itu. Sebab, menurut pemeriksaan darah, ibu tersebut terjangkit HIV. “Bahkan, suaminya sudah meninggal dunia yang diperkirakan terjangkit HIV AIDS," katanya.
Namun, pihak Dinkes dan RSU dr Koesnadi punya tanggung jawab moral terhadap kesehatan ibu muda dan bayinya itu. "Kami akan mengobatinya dengan membawanya ke klinik VCT Jember atau Bondowoso. Tujuannya, agar virus HIV bisa dilemahkan," jelasnya.
Meski virus HIV tidak bisa dimatikan, kata dia, tetapi kejahatan virus itu bisa dihambat. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus memantau kondisi ibu dan bayinya itu. "Saat ini ibu dan bayinya dirawat di RSU," imbuhnya.
Selain itu, dr Arief mengatakan angka penderita HIV AIDS sangat tinggi pertumbuhannya di Bondowoso. Bahkan sepanjang tahun 2014 ini, kata dia, angka penderita lebih banyak dibandingkan tahun 2013. Namun, ia tidak bisa memberikan data terbaru. Sebab, selain masih didata, pihaknya harus berhati-hati dalam mengungkapkan penderita HIV.
Selain itu, pihaknya melakukan pelacakan PSK yang alumnus Dolly Surabaya. Karena, ada sekitar 6 PSK yang diduga terkena HIV berasal dari Bondowoso. "Jangan sampai mereka ini menulari warga yang sehat. Oleh sebab itu, kami masih melakukan pelacakan,” katanya.
Ironisnya, pihaknya belum mendapatkan ke enam PSK itu. "Mungkin mereka masih menetap di Surabaya atau tinggal wilayah lain untuk bekerja," katanya.
dr Arief mengingatkan agar warga Bondowoso berhati-hati dalam menyikapi penyakit HIV/AIDS tersebut. Tentunya, mereka diharapkan untuk tidak 'jajan' di kompleks lokalisasi atau di warung remang-remang. Karena penularan virus HIV lewat hubungan seks bebas lebih mudah. Termasuk melalui jarum suntik atau transfusi darah. "Lebih baik kita semua mematuhi ajaran agama masing-masing," katanya.
- Jawa Pos, 29/10/14 -
