150 Hektare Hutan Ijen Terbakar

150 Hektare Hutan Ijen Terbakar

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Hampir sepekan ini, kebakaran hutan terjadi di kawasan Cagar Alam (CA) Gunung Ijen. Sedikitnya 150 hektare lahan yang mayoritas vegetasinya adalah semak belukar dilalap si jago merah. Untuk menjaga keamanan para wisatawan, aktivitas pendakian ke puncak Ijen dilakukan dengan sistem buka tutup.

Kepala BKSDA Wilayah III Jember, Sunandar Tri Gunajasa selaku pemangku kawasan CA Gunung Ijen menjelaskan, kebakaran yang relatif besar terjadi di kawasan Pondok Bunder sampai Kalipahit. Selain itu, juga ditemukan sejumlah titik api di jalur menuju Paltuding. Petugas dari BKSDA bersama dengan masyarakat peduli api (MPA) berusaha melakukan pemadaman yang terjadi sejak 15 Oktober tersebut.

Menurut dia, ada sekitar 10 petugas BKSDA serta 40 MPA yang dilibatkan untuk membuat kebakaran tidak meluas. Selain itu ada satu unit pemadam kebakaran yang disiapkan di lokasi. Namun sulitnya medan serta cuaca yang kering disertai angin yang kencang membuat api sulit dijinakkan. “Yang kita optimalkan adalah mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas," ujarnya.

Dia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya masih belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. Meski tidak menutup kemungkinan ada faktor kelalaian atau kesengajaan manusia. Yang pasti, lanjut dia, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Namun jika ditemukan adanya kesengajaan, maka pembakar hutan diancam pidana penjara lima tahun penjara sesuai dengan UU 41/1999 tentang kehutanan.

Dia menjelaskan, hingga kemarin memang masih ada sejumlah titik api. Namun secara umum kebakaran sudah bisa teratasi. Meski demikian, pendakian ke puncak Ijen bagi wisatawan masih dilakukan buka tutup. Hal itu untuk menjaga keselamatan para pengunjung.

Seperti diketahui, total luas wilayah hutan di Ijen yang menjadi kewenangan BKSDA adalah 2.560 hektare yang mayoritas adalah cagar alam (CA). Sementara 92 hektare berstatus taman wisata alam (TWA). Hampir sebagian besar dari kawasan CA Ijen ini rentan terhadap kebakaran. Kebakaran terbesar sebelumnya terjadi tahun 1997. Saat itu api melalap 100 hektare lahan hutan.

Rentannya kebakaran di Ijen ini mengingat karakteristik ekosistem yang didominasi oleh tanaman cemara gunung. Tanaman ini dikenal sangat rentan terhadap api. Sementara di bawah cemara biasanya tumbuhan semak yang ketika kemarau akan mengering.

Kebakaran akan sangat memengaruhi terhadap keberlangsungan ekosistem di CA Ijen. Ketika lahan yang terbakar semakin luas, maka otomatis habitat satwa akan terancam. Selain kera dan rusa, di Ijen sudah teridentifikasi beberapa ekor elang Jawa.

Untuk mengantisipasi sering terjadinya kebakaran ini, BKSDA sudah menggandeng berbagai elemen di kawasan CA Ijen untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Para anggota MPA ini juga dilatih untuk melakukan pemadaman api sendiri. "Dalam pemadaman kebakaran, lebih baik mencegah sejak dini. Kalau lahan gundul dan sangat luas yang salah satunya akibat terbakar, bisa saja butuh waktu 30-50 tahun untuk pulih," kata Sunandar.


- Jawa Pos, 21/10/14 -