PG Pradjekan Diserbu Tebu dari Luar Bondowoso

PG Pradjekan Diserbu Tebu dari Luar Bondowoso
Tunggu giliran; truk pengangkut tebu terlihat mengantri menunggu proses giling.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Antrean panjang truk tebu di PG Pradjekan dikeluhkan para petani tebu di Bondowoso. Sebab, truk tebu yang antre tidak hanya berasal dari tebu lokal Bondowoso. Namun, tebu luar Bondowoso juga ikut antrean di PG Pradjekan. Tak ayal, petani tebu Bondowoso cukup kesal dengan kondisi ini.

Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTK) Bondowoso, Cung Kusaeri menampung keluhan dari anggotanya. "Para petani mengeluhnya ke APTR. Karena, dengan banyaknya truk tebu dari luar, antrean semakin panjang," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Jember, Kamis (4/9).

Oleh sebab itu, APTR Kabupaten Bondowoso meminta PG Pradjekan menolak kedatangan truk tebu dari luar Bondowoso. Sebaliknya, PG Pradjekan hanya mau menggiling tebu yang dibawa oleh truk tebu lokal Bondowoso. "Kalau truk tebu dari luar masuk ke PG Pradjekan, maka antrean semakin panjang dan itu membikin tebu lokal Bondowoso mengalami penyusutan," jelasnya.

Apalagi PG di luar Bondowoso, cukup banyak. "Kenapa mereka tidak menggiling tebu di kota masing-masing. Kok malah ke PG Pradjekan," katanya.

Selain itu, petani tebu mengeluhkan harga gula yang semakin merosot. Para petani merasa rugi dengan harga gula yang semakin turun. Apalagi, saat ini harga lelang gula di Surabaya hanya mencapai Rp 8.250 per kilogram. "Sedangkan HPP atau harga pokok produksi mencapai Rp 8.719 per kilogram. Petani semakin rugi," katanya.

Penyebabnya karena pemerintah tidak punya daya untuk memerangi mafia gula. "Lihat saja, penjualan raw sugar atau gula mentah semakin banyak di pasaran, itu pun dijual dengan harga murah," katanya. Akibatnya, harga gula lokal semakin anjlok. "Ya seperti saat ini, harga gula lokal di pasaran cuma Rp 8.800 per kg," katanya.

Oleh sebab itu, Cung berharap ada campur tangan pemerintah untuk menstabilkan harga gula di pasaran. "Jadi petani tidak rugi." katanya. Meskipun saat ini, rendemen gula di PG Pradjekan sangat bagus. "Rendeman bisa mencapai 8 atau 9," katanya. Namun harga gula merosot. "Karena mafia perdagangan gula semakin kuat mencengkeram pasar," katanya.

Selain itu, APTR Kabupaten Bondowoso semakin menyolidkan hubungan kerja antara petani dengan PG Prajekan. "Tujuannya untuk saling menyejahterakan dua belah pihak," katanya.


- Jawa Pos, 05/09/14 -