Di Balik Memudarnya Prestasi Uzlifatul Jannah, Pelari Andalan Bondowoso

Di Balik Memudarnya Prestasi Uzlifatul Jannah, Pelari Andalan Bondowoso
RATU ATLETIK: Setelah sukses tampil di Porprov Jatim IV/2013 di Madiun, prestasi Uzlifatul Jannah (topi putih) belum juga bersinar hingga sekarang.

InfoBondowoso.NET - Prestasi Uzlifatul Jannah pada cabang olahraga atletik di Bondowoso sulit ditandingi. Sejak 2009 lalu, dia adalah atlet yang selalu menyelamatkan Bondowoso dari paceklik medali di berbagai even olahraga regional Jatim maupun Nasional. Tapi, dua tahun terakhir, ini tidak satu pun prestasi gemilang ditorehkan untuk Bondowoso.

Sekretaris KONI Bondowoso Santidjo langsung tertunduk lesu begitu ditanya prestasi Uzlifatul Jannah, atlet atletik andalan dua tahun terakhir ini. Sebab, sejak masuk kelas X SMA dan pindah serta berlatih di Kediri pada pertengahan 2013 lalu, prestasi Uus -panggilan akrabnya- kurang bersinar.

Tak satu pun gelar juara diraih Uus dalam sejumlah even maupun kejuaraan lari jarak jauh dan maraton level Jatim, nasional, dan internasional di berbagai kota di Pulau Jawa. Dia hanya mampu menembus lima atau sepuluh besar dalam kejuaraan lari jarah jauh kelompok junior atau pelajar maupun senior baik berjarak 5 kilometer, 8 kilometer, maupun 10 kilometer.

Padahal, sebelum memutuskan masuk SMA di Kediri setelah lulus SMP di Bondowoso 2013, pelari putri asal Desa Tegal Mejin. Kecamatan Grujugan, ini bergelimang prestasi. Pada tiga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim yang diikutinya, dia menyumbangkan empat medali bagi kontingen Bondowoso.

Satu medali perunggu lari 5.000 meter putri Porprov II/2009 di Malang, satu medali emas lari 5.000 meter putri Porprov III/2011 di Kediri, dan dua medali emas lari 1.500 meter dan 5.000 meter putri Porprov IV/2013 di Madiun.

Selain, itu dalam berbagai kejuaraan lari jarak jauh di sejumlah kota/kabupaten di Jatim dan Bali, Uus selalu masuk tiga besar. Diantaranya, kejuaraan lari maraton Probolinggo 10 K/2009, 2010, dan 2011, serta Surabaya Bhayangkara 10 K/2010, dan lari maraton tahunan Bali 10 K pada 2010 dan 2011.

Belum lagi, sejumlah medali yang diraihnya dalam 02SN SD maupun 02SN SMP dan Popda Jatim. "Sukses Uus saat itu benar-benar menjadikan dia menjadi kebanggaan olahraga Bondowoso. Tapi, sejak 2013 hingga sekarang (2014), Uus benar-benar jeblok, karena tidak satu pun prestasi gemilang diraihnya," kata Santidjo.

Bahkan, penampilan Uus setelah pindah lagi ke Bondowoso seperti bukan Uus yang ratu lari jarak jauh Bondowoso. Dalam Porkab Bondowoso III/2014, dia tidak menjadi juara lari 1.500 meter maupun 5.000 meter putri seperti ditunjukkan di Porkab Bondowoso I/2010 dan II/2012. Di Porkab III, Uus kalah dari juniornya Fitrya Tri Agustini.

Bahkan, dalam seleksi PON Remaja I/2014 cabang atletik yang digelar Pengprov PASI Jatim di Unesa Surabaya pada 27 - 28 Agustus lalu, Uus menempati peringkat empat lari 1.500 meter putri. Dia lagi-lagi kalah dari Fitrya Tri Agustini yang menjadi juara. "Kemampuan Uus sekarang tidak seperti dulu yang dikenal memiliki napas kuda dan larinya kencang," ujar Santidjo.

Prestasi buruk pasca Porprov Jatim IV/2013 di Madiun, Uus pun tidak membantah. Dia menuturkan, prestasinya menurun drastis karena program latihan yang dijalani tidak intensif. "Latihan saya akhir-akhir ini tidak rutin seperti dulu. Ini yang membuat prestasi saya tidak bagus," katanya.

Latihan tidak rutin tersebut, menurut Uus, bukan karena dirinya malas. Tapi, lebih dikarenakan padatnya waktu belajar di SMA, setelah sekolahnya menerapkan pembelajaran mata pelajaran dengan kurikulum 2013 (K-13). "Kurikulum 2013, itu yang membuat saya kesulitan mengatur waktu untuk berlatih. Bayangkan, sekolah dari pagi pukul 07.00 dan pulang di atas pukul 14.00. Jadi, saya capek pulang sekolah dan tidak mungkin maksa latihan rutin sore seperti dulu," jelasnya.

Tapi, bagi Uus, menjadi pelari yang sudah digeluti sejak SD tidak bisa ditinggalkan begitu saja, hanya karena terbentur padatnya waktu belajar di sekolah. Apalagi, dari pentas atletik, dia tidak hanya mengharumkan Bondowoso, tapi juga mencatatkan namanya sebagai salah satu pelari putri jarak jauh yang diperhitungkan di level Jatim maupun nasional. Juga dari prestasi lari, ini Uus bisa membantu kebutuhan orang tua serta memiliki sapi dan sepeda motor dari hadiah uang yang didapatnya. "Saya akan atur waktu latihan rutin lagi, agar bisa juara lagi," katanya.

Terlebih, Uus masih bertekad membela Bondowoso lagi pada Porprov Jatim V/2015 di Banyuwangi. Sebab, dia ingin kembali menyumbangkan medali emas bagi Bondowoso seperti pada Porprov III/2011 di Kediri dan Porprov IV/2013 di Madiun. "Saya ingin tampil lagi di Porprov V tahun depan di Banyuwangi dan mempertahankan dua medali emas yang saya raih di Porprov IV/2013 di Madiun lalu," pungkasnya.


- Jawa Pos, 05/09/14 -