Nestapa Pedagang Pasar Induk Bondowoso Usai Kebakaran
![]() |
| Seorang pedagang yang berada di tengah sisa-sisa dagangannya pasca kebakaran |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Kebakaran yang menghanguskan ratusan toko dan kios di Pasar Induk Bondowoso meninggalkan nestapa bagi para pedagang. Sudah kehilangan tempat dan modal usaha, kini mereka tercekik utang di bank tanpa tahu bagaimana akan membayarnya.
Pagi itu seorang pedagang yang memiliki kios di lantai bawah Pasar Induk Bondowoso mengais sisa-sisa barang yang bisa diselamatkan. Namun, sebagian besar barang dagangannya hangus terbakar. Tetapi, masih ada sisa-sisa buah jeruk dan cabai yang bisa diambil. Pedagang bernama Bowo itu tampak suram. Maklum, dia baru saja mengambil kredit pinjaman lunak di Bank BRI Bondowoso yang membuka kantor kas di dalam Pasar Induk Bondowoso.
Sebab, dia sudah tidak punya uang lagi untuk mengembalikan kreditnya. "Bagaimana mau bayar hutang, modal saya sudah habis karena kebakaran ini," akunya.
Yang senasib dengna Bowo di pasar induk itu bukan hanya dirinya. "Banyak pedagang di pasar induk ini yang pinjam uang di bank yang memiliki kantor kas di dalam pasar induk. Kalau ditotal secara keseluruhan, utang atau kredit mereka di bank mencapai puluhan miliar rupiah," sebutnya.
Bahkan, dia mengaku, salah seorang pedagang yang memiliki toko di sebelahnya baru saja meminjam uang di BRI sebesar ratusan juta rupiah. Selain itu, uang tersebut digunakan untuk kulakan baju-baju dan dagangan lainnya di Surabaya. "Kini orang itu stres. Karena, utangnya mencapai ratusan juta rupiah. Dia tidak punya cara lagi untuk mengembalikan kredit ke bank," cetusnya.
Sebab itu, Bowo berharap pihak bank memberikan keringanan dalam pengembalian kredit. Karena, seluruh modal yang berasal dari pinjaman bank sudah ludes dilalap si jago merah. "Bahkan kalau bisa perbankan menerapkan sistem pemutihan kredit agar pedagang tidak stres dengan kondisi yang saat ini tengah dialami," katanya.
Apalagi, sebagian besar pedagang kecil di Pasar Induk Bondowoso tidak mengasuransikan tokonya. Kalau pun ada yang mengasuransikan bisa jadi hanya toko-toko besar. Tetapi, untuk kios sebagian besar tidak dilindungi oleh asuransi.
Hal serupa dialami oleh H. Rahyek, yang memiliki banyak kios dan toko di dalam pasar Induk Bondowoso. Kabarnya, H Rahyek mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Apalagi, dia baru saja kulakan barang-barang dari Surabaya untuk dijual lagi di pasar induk.
Banyak banyak pedagang konveksi yang kini shock berat atas kenyataan yang mereka terima. "Karena mata pencarian kami ya jualan di dalam pasar. Saat ini modal kami sudah habis. Padahal, itu semua dimodali dari pinjaman bank," ungkap salah seorang pedagang.
Pihak bank sendiri belum bisa memberikan ke putusan apa pun soal permintaan para pedagang itu. Indarto, salah seorang pejabat di Bank BRI Bondowoso mengatakan, pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke Kanwil BRI. Sebab, BRI Bondowoso tidak bisa mengambil keputusan sepihak. "Nantinya kami akan menelaah kejadian ini. Lalu, kami akan melaporkannya ke Kanwil," katanya.
Indarto belum bisa menjanjikan apa-apa kepada para pedagang. Tetapi, kejadian serupa pernah dialami Bank BRI saat Gunung Kelud dan Merapi meletus.
"Karena ini kejadian tidak disengaja atau force major, maka pihak kanwil yang akan memutuskan nasib pinjaman kredit pedagang Pasar Induk Bondowoso," katanya. Karena itu, dia meminta para pedagang yang memiliki kredit di Bank BRI tenang dan tidak panik. "Karena pihak Kanwil nantinya akan bijak mengambil keputusan terkait modal yang mereka pinjam," katanya.
- Jawa Pos, 14/09/14 -
