Labfor Polda Turun Tangan, Kerugian Pasar Induk Bondowoso Capai Rp 35 Miliar
![]() |
| KUMPULKAN BUKTI: Petugas laboratorium forensik (labfor) meneliti lokasi kebakaran di Pasar Induk Bondowoso. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Pengusutan penyebab pasti kebakaran Pasar Induk Bondowoso terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Kemarin (13/9) tim dari Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Jatim turun ke Bondowoso untuk melakukan penyelidikan. Sementara, Pemkab Bondowoso sudah mulai mempersiapkan relokasi sementara terhadap para pedagang yang menjadi korban.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Jember di pasar induk, tim dari Labfor Polda Jatim melakukan penyelidikan baik di lantai atas dan bawah pasar induk. Termasuk juga di lantai atas bagian selatan yang diduga menjadi titik awal berkobarnya api.
AKP Mulyono, Kasatreskrim Polres Bondowoso, saat di lokasi kejadian kemarin menjelaskan, sejauh ini penyebab pasti kebakaran masih terus dalam penyelidikan. Pihaknya juga masih belum tahu kapan hasil dari Labfor Polda Jatim akan turun. "Ini ada lima orang dari Labfor Polda Jatim yang masih terus melakukan penyelidikan. Kita juga masih menunggu hasilnya," ujarnya.
Untuk mendukung penyelidikan polisi, lokasi kebakaran baik di lantai atas maupun lantai atas masih tidak boleh dimasuki masyarakat umum. Police line masih dipasang di sejumlah jalan masuk ke dalam pasar induk. Bahkan para pedagang juga tidak diperkenankan untuk masuk.
Selain penyelidikan dari pihak kepolisian, pemkab melalui Diskoperindag juga sudah mengeluarkan taksiran kerugian atas peristiwa kebakaran itu. Berdasarkan data yang dimiliki UPT Pasar Diskoperindag, total kios yang terbakar sebanyak 257 kios di lantai bawah dan 266 kios di lantai atas. lumlah tersebut belum termasuk yang berada di pelataran.
"Kuli semua kios baik di lantai atas maupun lantai bawah semuanya ludes terbakar,'' ujar Miskadin, kepala UPT Pasar Diskoperindag saat ditemui di lokasi kebakaran kemarin.
Bersama dengan Dinas PU Binamarga dan Ciptakarya, pihaknya sudah mendapatkan taksiran kerugian akibat kebakaran. Untuk kerugian fisik bangunan mencapai sekitar Rp 19,9 miliar. Sementara untuk kerugian barang-barang yang dialami pedagang mencapai Rp 15,5 miliar lebih.
Miskadin menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mempersiapkan solusi awal bagi para pedagang yaitu relokasi sementara. "Berdasarkan usulan, kita akan merelokasi untuk sementara para pedagang di Jl Teuku Umar," ujarnya. Jalan yang terletak di sebelah barat pasar induk itu nantinya akan ditutup total untuk jalur lalu lintas.
Sementara itu, hingga kemarin, sejumlah barang masih terus berupaya untuk menyelamatkan sisa-sisa dagangan yang selamat dari amukan api. Salah satunya adalah Bowo, 55, yang memiliki kios di lantai bawah pasar induk. Priayang menjual buah ini mengumpulkan sisa-sisa buah di kiosnya.
Bowo mengaku baru beberapa hari ini dia kulakan buah sebesar Rp 15 juta. Total kerugian yang dia alami bahkan mencapai sekitar Rp 25 juta. Tidak hanya kehilangan harta, dia juga kehilangan mata pencaharian utamanya sebagai pedagang. Apalagi, untuk memiliki kios tersebut yang sebelumnya dia kontrak, dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 65 juta.
"Saya baru pinjam di bank sekitar empat bulan lalu. Cicilannya Rp 2 juta per bulan," ungkapnya. Dia berharap ada solusi yang terbaik yang diberikan oleh pedagang akibat musibah tersebut.
Sementara itu. Taufik Jamhur, Ketua Ikatan Persaudaraan Pedagang Pasar Induk (IP3I) Bondowoso menjelaskan, pihaknya masih melakukan rembuk dengan seluruh pedagang. Termasuk, bagaimana mendapatkan solusi terbaik terhadap para korban kebakaran.
Namun di luar itu, pihaknya tetap meminta ada pengusutan secara tuntas terhadap penyebab kebakaran. Karena menurutnya, sudah banyak isu-isu di luar yang harus segera diklirkan. "Kita butuh kejelasan, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Kalau misalnya memang tidak ada unsur kesengajaan, juga harus dicari tahu apakah ada unsur kelalaian atau tidak," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran di pasar induk Bondowoso terjadi pada kamis malam sekitar pukul 22.00. Seluruh kios di bangunan pasar induk ludes terbakar. Kebakaran ini merupakan yang terparah sejak kebakaran 1987 di mana pada saat itu, kebakaran juga membuat seluruh kios di pasar induk ludes terbakar. Setahun kemudian pada 1988, Bondowoso memiliki bangunan pasar induk baru yang kemudian kembali terbakar kali ini.
- Jawa Pos, 14/09/14 -
