KH Achmad Sodiq, Sukses Jadikan Masjid At-Taqwa Bondowoso Terbaik
InfoBondowoso.NET - Tidak mudah menjadikan Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso juara 1 masjid percontohan di Jatim. Apalagi, banyak masjid megah yang berdiri di 38 kabupaten dan kota di Jatim. Sebut saja, Masjid Al Falah, atau Masjid Geng Ho serta masjid lainnya di Jatim.
Namun, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur justru memberikan nilai paling tinggi terhadap Masjid At-Taqwa Bondowoso sebagai masjid percontohan. Bahkan Masjid At-Taqwa yang didirikan Ki Ronggo atau Bagus Asra, bupati pertama Bondowoso pada abad 19, mewakili Jatim untuk mengikuti lomba masjid percontohan nasional. Hal itu tidak bisa dilepaskan oleh peran KH Achmad Sodiq sebagai ketua takmir.
Sodik mulai meramaikan masjid terbesar di Bondowoso itu sejak 1980. Ia yang saat itu baru lulus kuliah dari IAIN Sunan Ampel Jember itu memang berkiprah sebagai pegawai di Depag (kini Kemenag) Bondowoso. "Saat itu, usai salat subuh berjamaah, kami semua berkumpul di dalam masjid. Seperti dengan K H Imam Barmawi, H Kholil Syafi’i (mantan kepala Kemenag Bondowoso) dan lainnya, memikirkan kemajuan masjid ini," katanya.
Dari obrolan usai salat Subuh, terbetik pemikiran untuk mendirikan TK di lingkungan masjid. Akhirnya, ide itu direalisasikan. "Sekitar 1982 kami mendirikan TK," ujarnya. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter anak-anak kecil atau balita agar mengenal agama Islam. "Ternyata, banyak sekali para orang tua yang menyekolahkan anaknya ke TK At-Taqwa," sambungnya.
Bahkan, anak-anak dari pengurus takmir disekolahkan ke TK itu. Termasuk, anak sulungnya pernah TK At-Taqwa. Seiring dengan kemajuan TK, akhirnya pada 1996 mereka mendirikan MI atau Madrasah Ibtidaiyah At-Taqwa. "Ternyata sambutan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke MI At-Taqwa sangat besar. Sebagaian besar lulusan TK At-Taqwa Bondowoso melanjutkan pendidikan di Ml At-Taqwa Bondowoso," ujarnya.
Namun, saat itu banyak lulusan MI At-Taqwa yang melanjutkan pendidikan ke SMP atau MTs di luar yayasan At-Taqwa. Sehingga, pada 2000-an, Yayasan At-Taqwa mendirikan MTs At-Taqwa. Bahkan, pada 2002, Yayasan At-Taqwa mendirikan Perguruan Tinggi (PT) bernama STAI At-Taqwa disekitar Masjid At Takwa. "Saat ini sudah ribuan sarjana yang dihasilkan oleh STAI At-Taqwa," ungkapnya.
Kemajuan di bidang pendidikan agama yang dirintis oleh Yayasan At-Taqwa Bondowoso itulah yang memikat DMI. Sedangkan, masjid-masjid besar yang ada di kabupaten dan kota di Jatim tidak mempunyai lembaga pendidikan dari TK hingga PT. "Selanjutnya, masjid At-Taqwa inilah yang dinobatkan oleh DMI Jawa Timur sebagai masjid percontohan terbaik di Jawa Timur mengalahkan masjid lain di Jawa Timur," katanya.
Tentu saja menjadikan masjid At-Taqwa sebagai masjid percontohan di Jawa Timur bukanlah tujuan utama. Karena, pengurus Yayasan At-Taqwa bertujuan untuk mengembangkan masjid agar menjadi makmur dan sekaligus sebagai pusat pendidikan agama di Bondowoso.
"Kalau kemudian masjid ini terpilih sebagai masjid percontohan terbaik, itu adalah bonus kerja keras semua pengurus yayasan atau takmir," katanya.
Selain ini, Sodiq berterima kasih kepada masyarakat Bondowoso yang peduli kepada pendidikan agama Islam. "Lalu mereka mempercayakan anak-anaknya untuk sekolah di sekolah yang dikelola oleh takmir dan pengurus yayasan At-Taqwa Bondowoso," katanya.
Datangkan Mantan Pegawai PU Bina Marga
Drs KH Ahmad Sodiq betul-betul mengelola masjid At-Taqwa Bondowoso dengan optimal. Segala daya upaya dikerahkan untuk terus mengembangkan Masjid At-Taqwa yang dijadikan sebagai sentra umat Islam di Bondowoso. KH Ahmad Sodiq mendatangkan para ahli untuk mengembangkan Masjid yang berada di Alun-Alun Bondowoso tersebut.
Untuk membuat nyaman jamaah melakukan kegiatan ibadah di Masjid At-Taqwa Bondowoso. Ahmad Sodiq mendatangkan arsitek yang handal untuk merancang setiap bangunan di masjid. Misalkan, untuk membuat tempat wudhu yang alami seperti aliran sumber mata air yang jernih. "Untuk itulah, kami memanggil mantan pegawai PU Bina Marga Cipta Karya Bondowoso, yakni Pak Cholidi," ujar KH Ahmad Sodiq.
Para pengurus Yayasan At-Taqwa sepakat dengan ide-ide dari Cholidi. "Beliau inilah yang merancang tempat wudhu yang airnya selalu memancar. Bukan tempat wudu seperti air kran atau bak mandi," katanya.
Tetapi, airnya keluar melalui 'sumber mata air' yang dibangun seperti air terjun. "Jadinya jamaah yang mengambil air wudu menjadi senang," katanya. Bahkan, dari bawah lantai juga keluar air untuk membasahi kaki.
Selain itu, pihaknya merancang tulisan lafal Allah dan Muhammad dengan tulisan sangat besar di dinding masjid. "Kalau untuk tulisan lafal ini, dibuat di Banyuwangi. Kami memesannya atas ide dari Pak Cholidi dan yayasan At-Taqwa," katanya. Sedangkan lantai masjid terbuat dari marmer Tulungagung. Tiang pancang masjid yang kokoh dan besar juga dibuat secara khusus."
Ahmad Sodik menambahkan pihaknya juga sempat bertemu dengan Ketua DMI Pusat, Jusuf Kalla di sebuah pertemuan di Surabaya. Saat itu, Jusuf Kalla memberi tausiah kepada pengurus DMI daerah. Bahwa pesan khotib shalat sering tidak sampai dengan jelas kepada telinga jamaah. Karena, sound sistem masjid tidak bekerja dengan baik.
"Bahkan, dari sekian banyaknya masjid di Indonesia, ada sekitar 75 persen kasus pesan tidak sampai. Atas perintah itulah, Masjid At-Taqwa membangun sound sistem dengan baik meski harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah," katanya.
![]() |
| MATA AIR ALAMI: Dts KH Achmad Sodiq, menunjukkan tempat wudu yang berasal dari mata air alami di masjid At-Taqwa Bondowoso. |
Jadikan Sentra Kegiatan Umat Islam
Drs KH ACHMAD SODIQ, cukup lama menjadi takmir Masjid At-Taqwa Bondowoso. Achmad Sodiq mengetahui perkembangan Masjid At Taqwa Bondowoso. Hingga akhirnya, Masjid At Taqwa menjadi masjid megah yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Seperti tempat pendidikan bagi masyarakat, tempat wudu seperti mata air, tempat pengajian dan diskusi. Achmad Sodiq menjadi salah satu tokoh yang membuat masjid At-Taqwa kini menjadi sentra kegiatan umat Islam Bondowoso.
Drs KH Achmad Sodiq kepada Jawa Pos Radar Jember mengakui tidak mudah mengelola Masjid terbesar di Kota Tape tersebut. Butuh biayai operasional tidak sedikit tiap bulannya. Takmir masjid harus pintar-pintar mencari sumberdana. Namun, hingga kini pengelolaan masjid masih mengandalkan sedekah jamaah salat subuh dan salat Jumat. "Para jamaah masjid At-Taqwa ramai-ramai menyumbangkan sebagian dananya ke takmir masjid," katanya.
Takmir masjid selalu transparan dalam pengelolaan dana sumbangan jamaahnya. "Karena, kami sebagai takmir selalu amanah dalam mendistribusikan dana sedekah itu. Dana itu untuk membiayai bangunan tempat wudhu yang airnya mengalir seperti aliran mata air. Jadi airnya selalu bersih. Konsep ini diambil dari mata air yang selalu memancarkan air. Jadinya, jamaah kerasan di masjid," lulurnya.
Selain itu, takmir masjid mendapatkan bantuan dari Pemkab Bondowoso untuk mengembangkan masjid. "Untuk membangun masjid berasal dari bantuan Bupati Mashoed dan Bupati Amin Said Husni," katanya. Dua Bupati Bondowoso itu punya peran penting untuk memakmurkan masjid At-Taqwa Bondowoso.
Dia menambahkan, takmir masjid berupaya agar fasilitas masjid At-Taqwa membuat nyaman umat Islam yang beribadah. Salah satunya memasang sound sistem yang berkualitas. "Harga sound sistem di masjid At-Taqwa mencapai Rp 130 juta. Itu dibeli dari sedekah jamaah salat Subuh dan Jumat," katanya.
Sebab, selama ini sound system kurang bagus suaranya sehingga jamaah tidak mendengar suara khotib dengan jelas. "Lalu kami membeli sound system yang modem dan dikendalikan dengan komputer. Hasilnya sound sistemnya enak didengar," katanya.
Tidak itu saja, pengurus yayasan At-Taqwa ingin melayani para jamaah dengan baik. Jadi jamaah bisa salat dan melakukan kegiatan di lingkungan masjid dengan lancar. "Oleh sebab itu, para jamaah memberikan sebagian dari harta mereka untuk memakmurkan masjid," katanya. Yang menggembirakan, jamaah salat Subuh sangat banyak di masjid At-Taqwa. "Kalau Subuh ramai sekali yang salat. Kami jadinya sangat senang. Karena, masyarakat patuh dan taat menjalankan salat Subuh," katanya.
Terlebih lagi, ada pengajian khusus salat subuh." Di sini para jamaah wanita dan pria, punya kelompok pengajian masing-masing. Jadi, masjid ini benar-benar makmur," katanya.
- Jawa Pos, 14/09/14 -

