Enam Mantan PSK Dolly Asal Bondowoso Dicurigai Kena HIV/AIDS

Enam Mantan PSK Dolly Asal Bondowoso Dicurigai Kena HIV/AIDS

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara yakni Dolly Surabaya, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso ketiban sampur. Sebab, ada surat pemberitahuan dari Dinkes Jawa Timur bahwa enam PSK (Pekerja Seks Komersial) asal Bondowoso yang lama bekerja di Dolly dicurigai terkena HIV/AIDS.

Oleh sebab itu, Dinkes Bondowoso diharuskan melakukan pemantauan di tempat tinggal ke enam PSK tersebut. Kepala Dinkes dr M. Imron, melalui Kabid P2PL dr Arif Sudibyo membenarkan pihaknya mendapatkan surat pemberitahuan dari Dinkes Jatim. "Kami akan memantau kondisi ke 6 mantan penghuni Dolly," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Senin kemarin (1/9).

Pemberitahuan dari Dinkes Jatim, kata Imron, sudah menjadi kebiasaan umum. Jika ada lokalisasi yang dibubarkan, maka Dinas Kesehatan daerah asal PSK akan di beri tahu untuk segera memantau gerakan mereka. "Itu dilakukan untuk menghindari penularan penyakit, seperti HIV /AIDS," katanya.

Meski ke enam PSK asal Bondowoso belum tentu mengidap HIV/AIDS, kata Imron, dia akan mendatangi rumah mereka di Bondowoso. "Kami akan datangi mereka sesuai alamat yang diberikan Dinkes Jatim," jelasnya. Bahkan, Dinkes akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, agar segera diketahui penyakit yang diderita mereka.

Namun Dinkes masih belum menemukan enam PSK itu. "Mungkin saja mereka tidak kembali ke Bondowoso. Atau, mereka tinggal di Surabaya atau kota lainnya. Ini masih dilakukan pelacakan," katanya.

Sebaliknya, Dinkes merasa khawatir jika enam PSK itu benar-benar terbukti mengidap HIV/AIDS, akan berpotensi menularkan penyakit ke warga yang lain. Namun dia berharap agar mereka terhindar dari penyakit itu. "Mereka agar insyaf serta menjadi warga baik di Bondowoso," katanya.

Sementaraitu, Dinkes Bondowoso terus berupaya menekan angka penderita HIV/AIDS di Bondowoso. Karena, dari data yang masuk, jumlah pasien penyakit HIV/AIDS cukup banyak untuk kota kecil di Bondowoso ini. "Semoga saja warga Bondowoso memahami betul bahaya HIV/AIDS dan menjauhkan diri dari perbuatan seks bebas dan narkoba," katanya.

Selain itu, dr Imron berharap generasi muda di Bondowoso untuk menjauhi narkoba. Karena penularan HIV/AIDS bukan saja dari seks bebas. Namun, bisa menular dari jarum suntik narkoba.


- Jawa Pos, 02/09/14 -