Tips Mencegah Gizi Buruk pada Anak Ala Warga Karanganyar

baby sedang makan
baby sedang makan © mumstreet.co.uk

BONDOWOSO, Jurnalisme Warga, InfoBondowoso.NET - Peduli dan tertarik akan berita Kemiskinan Penyebab Utama Gizi Buruk di Bondowoso. Kurnia Yulie Wardani yang tinggal di Karanganyar, Menulis tips upaya mengatasi gizi buruk pada anak sakala keluarga. Penulis menuliskannya secara apik, kebetulan Kurnia Yulie Wardani adalah seorang Ibu Rumah Tangga, berikut tulisan yang dikirim lewat infobondowoso(at)yahoo(dot)com

Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah Bondowoso mencatat ada sekitar 140 penderita gizi buruk hingga pertengahan tahun 2014. Angka ini masih tergolong tinggi mengingat data sepanjang tahun 2013, penderita gizi buruk di kabupaten Bondowoso mencapai 226 kasus.

Menurut Kepala Seksi Gizi, Dinas Kesehatan, Taufik saat ditemui KBR (4/8) di Dinas Kesehatan Bondowoso, tingginya angka kemiskinan menjadi faktor utama masih banyaknya penderita gizi buruk. (http://www.infobondowoso.net/2014/08/kemiskinan-jadi-penyebab-utama-gizi.html).

Kasus ini agaknya tenggelam di antara hingar bingar berita politik menjelang dan pasca pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden. Ini tentu memprihatinkan. Di tengah pesta demokrasi yang menghambur-hamburkan trilyunan rupiah, anak-anak masa depan bangsa ini, justru terbelit kasus gizi buruk.

Gizi buruk bukan sekadar faktor sistemik berupa kemiskinan. Akan tetapi juga disebabkan kurangnya kesadaran orang tua untuk memberikan asupan makanan yang baik pada buah hatinya.

Berikut ini ada beberapa kiat untuk mencegah gizi buruk pada anak:

1. Pantau perkembangan fisik, berupa berat badan, kemampuan panca indera dan motoriknya

Bisa dengan pengawasan pribadi atau bantuan tim medis, seperti posyandu, puskesmas atau bidan. Bila enggan ke posyandu dengan alasan khawatir diberikan vitamin atau imunisasi macam-macam yang belum jelas kehalalannya, oke, tidak masalah kritis terhadap hal tersebut. Kalau begitu, sediakan timbangan badan di rumah dan pastikan anak tidak kurang berat badannya dari pertumbuhan normal sesuai usia. Cermati, apakah anak aktif bergerak, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sangat responsif. Itu tanda-tanda anak sehat.

2. Sisihkan uang belanja untuk memenuhi kebutuhan makan dengan tidak pelit

Jangan sampai mengutamakan menabung dibanding memenuhi rengekan anak akan jajan misalnya. Selama jajan itu memang diminta anak karena kebutuhan ngemilnya, jangan serta merta memarahinya. Tapi, pilihkan jajan yang sekiranya tidak menyebabkan mudharat pada anak. Bila perlu yang bergizi. Bukankah jajanan yang bergizi tidak harus mahal bukan? Di kalangan masyarakat miskin, kadang orang tua mengutamakan membeli rokok dan pulsa ponsel untuk dirinya dibanding membelikan susu untuk anaknya. Atau mengutamakan kredit barang ini-itu, sementara untuk membeli makanan diirit-irit.

3. Sediakan makanan yang halal, bergizi dan higienis

Bisa dengan mengolah sendiri atau membeli jadi, yang penting memenuhi kriteria kecukupan kalori, termasuk karbohidrat, protein, mineral, vitamin dan zat bermanfaat lainnya. Bukan sekadar lezat dan memikat dari sisi penampilan, tapi pilih yang bermanfaat bagi tubuh.

4. Utamakan daftar menu seimbang

Agar anak bergizi baik, bukan sekadar banyak makan, tapi makan makanan yang bervariasi dan mengandung semua gizi yang diperlukan. Slogan empat sehat lima sempurna masih relevan dalam hal ini. Namun jangan ngoyo jika tidak selalu sempurna. Misalnya, jangan terlalu menyalahkan diri jika tak mampu membelikan atau membuat anak doyan susu, toh zat-zat dalam susu itu bisa diperoleh dari makanan lain. Lauk, sayur atau buah misalnya.

5. Jangan memaksakan anak dengan jenis makanan tertentu tanpa variasi atau alternatif

Kebosanan bisa menyebabkan anak kehilangan selera makan. Misalnya, memaksa anak makan nasi padahal dia lebih doyan roti. Memaksa anak makan buah, padahal anak lebih enjoy dengan jus. Memaksa anak minum susu, padahal lebih rakus jika melahap es krim atau puding. Memaksa anak makan sayur, padahal bisa disembunyikan dalam lauknya.

6. Sabar dan telaten membuat anak gemar makan

Untuk balita, sangat mungkin masih perlu disuapi karena jika makan sendiri tidak akan habis atau pilih-pilih lauk. Lakukanlah, sambil sesering mungkin diajari makan sendiri.

7. Sajikan makanan selagi hangat dengan penampilan yang memikat

Percayalah, anak akan lebih lahap makannya, karena makanan yang disajikan untuknya baru selesai dibuat oleh ibu tercintanya. Apalagi jika anak pernah diajak makan di luar (restoran, warung atau kaki lima), pasti senang jika ia merasakan nuansa restoran itu di piring saji ibunya.

8. Beri contoh

Anak biasanya meniru orang tuanya. Jika ayah atau ibunya tipe pilih-pilih menu, jangan kaget jika anak juga begitu. Sebaliknya, jika “gemar” makan, anak terdorong mengikuti. Meski begitu, tetap saja anak-anak memiliki kriteria sendiri makanan yang dia suka dan tidak serta merta mengikuti orangtuanya.

9. Jangan lupa tanamkan tentang pentingnya makan, khususnya kepada anak yang sudah bisa diajak bicara

Bahwa memenuhi makan adalah wajib sebagai bentuk memenuhi hak tubuh agar terhindar dari sakit dan bisa melakukan kegiatan yang digemarinya. Ingatkan bahwa mengabaikan makan sama dengan menzalimi diri sendiri dan tidak dicontohkan Allah SWT. Beri pemahaman bahwa anak-anak masih dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan gizi tinggi agar bisa tumbuh sempurna. Selamat mencoba.

Dikirim oleh Nama: Kurnia Yulie Wardani, Ibu Rumah Tangga, Tinggal di Karanganyar. email: k.yuliewardani@gmail.com | 8 Agustus 2014, Pkl 10:39 am | InfoBondowoso.NET menerima tulisan informasi seputar Bondowoso (news, essai, artikel, cerpen, info komunitas, kisah inspiratif, kuliner, wisata, surat terbuka untuk bupati, etc). Kirim karya tulisan kalian untuk berkontribusi mendukung kabupaten/kota kita tercinta, melalui email: infobondowoso@yahoo.com