Pedagang Pasar Induk Bondowoso Lebihi Kapasitas

Pedagang Pasar Induk Bondowoso Lebihi Kapasitas
Pedagang tomat di lantai atas Pasar Induk Bondowos yang membuka lapak di luar area

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Sebagai pasar terbesar di Bondowoso, kondisi pasar induk kini sudah tidak representatif lagi. Selain kondisinya yang kumuh, penghuni atau pedagang di pasar induk sudah melebihi kapasitas yang ada. Tak heran para pedagang justru membuka lapaknya dijalan raya sebelah timur pasar induk.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di dalam pasar berlantai dua itu, kondisinya cukup semerawut. Banyak pedagang yang justu berjualan di tangga ajau di lorong-lorong jalan di dalam pasar. Belum lagi ketika di luar pasar, jalan raya di sisi timur pasar induk nyaris tidak lagi terlihat. Hal itu karena ratusan pedagang membuka lapaknya di jalanan tersebut sehingga menutup jalan.

Ketika sore hari, kondisi jalan semakin sempit. Bahkan motor yang lewat pun begitu susah untuk sekedar berpapasan dengan sesama motor. Ketika hujan turun, kondisi jalanan menjadi becek disertai dengan bau tak sedap yang menyengat. Hal itu tentu harus menjadi perhatian pemerintah untuk segera merevitalisasi pasar terbesar di kota tape ini.

Menurut Karna Suswandi, kepala Diskoperindag Bondowoso, saat ini jumlah pedagang di pasar induk memang sudah melebihi kapasitas yang ada. Bahkan menurutnya jumlahnya sudah mencapai ribuan pedagang. Dengan kondisi seperti itu, lanjut dia, memang sudah ada rencana pemerintah bagaimana pasar induk bisa menampung seluruh pedagang yang ada.

Mulanya, pihaknya mengkaji untuk melakukan revitalisasi terhadap pasar induk. Namun berdasarkan kajian tersebut, pembangunan pasar baru di lokasi tersebut tetap sulit untuk bisa menampung seluruh pedagang. Hal itu karena lahan yang tersedia cukup sempit. Maka solusinya adalah dengan melakukan relokasi.

"Akhirnya kita mengajukan kepada pemerintah pusat untuk merelokasi pasar induk ke tempat yang lebih luas," ungkapnya. Pengajuan tersebut menurutnya sudah dilakukan pada 2013 lalu. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah pusat. Pengajuan anggaran relokasi mencapai Rp 46 miliar.

Untuk itulah, pada tahun ini pihaknya akan kembali mengajukan rencana relokasi itu yang memang sudah cukup mendesak. "Pengajuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan presiden ke Bondowoso pada tahun lalu di mana kita diminta untuk mengajukan program yang memang mendesak bagi daerah," ungkapnya. Jika pengajuan relokasi disetujui, maka hal itu akan menjadi solusi atas tidak lagi representatifnya pasar induk saat ini.


- Jawa Pos, 01/08/14 -