Grogi, Dua Siswi Asal Bondowoso Tak Lolos ke Indonesian Idol Junior

Peserta audisi Indonesian Idol Junior
Peserta audisi Indonesian Idol Junior sedang berlatih sebelum diuji di hadapan para juri.

SURABAYA, InfoBondowoso.NET - Bagi Anisah Firial Meilani Sari ikut kompetisi menyanyi sudah hal biasa. Tak heran bila sejumlah penghargaan menghiasi rumahnya di Bondowoso.

Namun, ketika menghadapi dua orang juri di Indonesian Idol Junior yang digelar di Balai Kartika, Makodam Brawijaya, Kamis (14/8) siang, konsentrasinya jadi kacau. “Saya grogi. Padahal saya sudah biasa nyanyi di hadapan orang banyak. Ini cuma ada dua orang juri kok malah jadi grogi,” papar siswa kelas 5 Yima Islamic School ini begitu keluar dari ruang audisi.

Penyesalan yang sama dilontarkan Rara. Murid kelas 5 SD Kota Kulon 1 Bondowoso ini pun mengaku keder ketika di depan juri. Dari tujuh lagu yang disiapkan dari rumah, dia diminta menyanyi dua lagu yaitu Tak Perlu Keliling Dunia (Gita Gutawa), dan Somewhere Over the Rainbow (Judy Garland).

“Tapi tadi grogi. Jadi menurut juri power-nya nggak keluar. Saya tak puas. Besok saya mau balik ikut audisi lagi. Saya yakin bisa lolos,” tandasnya optimis.

Sedang Cantika Dwi Safira mengaku lupa nama pencipta lagu Nyiur Hijau. “Aku gak nyangka juri tanya lagu di luar yang aku nyanyikan. Waktu ditanya siapa pencipta lagu Nyiur Hijau ya aku bilang gak tahu, karena emang lupa,” ucapnya polos.

Seperti Rara dan Anisah, Cantika pun bertekad mencoba peluangnya untuk ikut audisi ulang. “Semoga saja jurinya beda ya,” begitu harap Cantika yang siang itu membawakan lagu Matahariku (Agnes Monica) dan Somewhere Over the Rainbow.

Indonesian Idol Junior yang pertama kali digelar dan bakal tayang di layar MNCTV ini di Surabaya digeber selama dua hari (Rabu-Kamis, 13-14/8). Pada hari pertama, ada sekitar 300 peserta audisi dari berbagai daerah. Yang gagal pada audisi pertama tak dilarang ikut audisi hari berikutnya.

“Titik fokus kami memang pada penggalian kemampuan menyanyi. Kalau pun peserta punya kemampuan lain itu jadi nilai tambah buat dia,” kata Maartvi Jati, Produser Indonesian Idol Junior MNCTV saat ditemui Surya.

Pria yang akrab disapa Atvi ini memapar, secara teknik peserta sudah cukup bagus. Namun, kebanyakan kedodoran di penguasaan emosi dan ekspresi. “Karena masih anak-anak ya, emosi sering kurang terkontrol. Kurang natural tampilannya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Atvi, pihaknya juga mencari karakter-karakter yang unik sehingga menarik untuk ditampilkan di layar kaca. “Dan tentu, harus disadari setiap peserta dituntut punya nilai jual, karena nanti kan mereka bikin album. Jadi sejak awal harus dipertimbangkan gimana caranya agar album itu laku di pasaran,” bebernya.

Untuk menjaring lebih banyak pemilik bakat menyanyi di Surabaya, MNCTV bersama Fremantle menggelar School Audition di SD Dr Soetomo, Jumat (15/8) besok. Kemudian dilanjutkan Dreambox di Surabaya Town Square (Sutos), Sabtu (16/8). “Untuk audisi Dreambox peserta hanya dibatasi 100 orang,” cetus Atvi.

Selain Surabaya, Big Audition Indonesian Idol Junior dilakukan pula di Medan (19-20/8) dan berakhir di Jakarta (30-31/8). Sedang Small Audition dilakukan di lima kota, yaitu Makasar, Yogyakarta, Ambon, Bandung, dan Banjarmasin.