Ekspor Kopi Bondowoso Melonjak Dibanding Tahun Lalu

Produk kopi arabika kualitas ekspor di Bondowoso
Beberapa produk kopi arabika kualitas ekspor di Bondowoso, Jawa Timur.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET
- Ekspor kopi dari Bondowoso, Jawa Timur, tahun ini diperkirakan tuntas pada akhir Agustus mendatang. Ekspor diperkirakan lebih baik dibanding tahun lalu karena itu dipengaruhi oleh faktor cuaca yang mendukung, serta tingginya harga jual kopi.

Selama masa panen kopi rakyat sejak akhir bulan Mei lalu, petani Bondowoso telah mengekspor sebanyak 130 ton HS kering (kopi dengan kulit tanduk) kopi arabika dan 25 ton biji kering (oce) kopi robusta.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bondowoso optimistis jumlah kopi ekspor ke berbagai negara di Eropa akan terus meningkat karena hingga kini panen kopi masih berlangsung.

“Ekspor kopi arabika sudah panen mulai bulan Mei, dari target 300 ton sudah terealisasi 130 ton. Untuk robusta dari target 23 ton, kita lampaui target produksi sebanyak 25 ton. Untuk robusta dalam bentuk oce, sementara arabika dalam bentuk HS kering,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Kehutanan Bondowoso, Suhardjo saat ditemui Portalkbr di kantornya, Selasa (5/8).

Ia menjelaskan, harga kopi arabika HS kering saat ini berada pada kisaran Rp 40 ribu/kg, sehingga dari 130 ton kopi arabika, nilai ekspornya mencapai Rp5,2 miliar. Sementara untuk kopi robusta dihargai Rp22 ribu/kg dengan capaian nilai ekspor Rp550 juta.

Dari catatan Dishutbun Bondowoso, tahun ini target ekspor kopi sebanyak 15 kontainer atau 300 ton melalui PT. Indocom. Angka ini meningkat drastis dibanding tahun 2013 lalu yang hanya 6 kontainer saja.

Kopi Arabika yang diproduksi 37 kelompok petani di Bondowoso telah diekspor ke sejumlah negara di Eropa dan Amerika. Ekspor perdana dilakukan pada 2011 dan terus berlanjut hingga sekarang.