Angka Kematian Bayi di Bondowoso Mencapai 102 Kasus
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) menjadi faktor utama kematian bayi di Bondowoso. Bahkan, sejak Januari hingga awal Agustus ini, sudah ada 102 kasus kematian bayi di Bondowoso. Sedangkan, angka kematian ibu selama 8 bulan ini sebanyak 9 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr M. Imron mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menekan angka kematian bayi di Bondowoso. "Tentunya, kami ingin angka kematian bayi semakin sedikit atau tidak ada sama sekali," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa siang (5/8).
Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan upaya agar para ibu bersalin ke bidan. Atau memeriksakan kehamilannya ke puskesmas terdekat. "Kalau selama kehamilan memeriksakan kesehatan ke bidan, maka ibu dan bayinya akan selalu terpantau kesehatannya," katanya.
Tujuannya, kata dia, janinnya mendapatkan pasokan makanan yang cukup. "Kalau selama kehamilan tidak mendapatkan pasokan gizi yang cukup, maka janinnya berpotensi BBLH," katanya. Imron menambahkan penyakit infeksi juga menjadi faktor kematian bayi selain BBLH.
Sementara itu, dari pengumpulan data di lapangan, kasus kematian bayi terbagi menjadi beberapa kriteria umur. Bayi umur 0 sampai dengan 6 hari terdapat 45 kasus kematian, bayi umur 7 hingga28 hari (20 kasus), bayi umur 29 hari - 11 bulan (23 kasus), bayi umur 12 bulan - 59 bulan (14 kasus). Untuk menekan angka kematian bayi ini, Dinkes mengerahkan petugas puskesmas untuk melakukan pemantauan dan pemeriksaan ibu dan bayi secara rutin.
- Jawa Pos, 06/08/14 -
