Potret Kemiskinan Di Bondowoso Masih Di Depan Mata

Potret Kemiskinan Di Bondowoso Masih Di Depan Mata
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Pastinya semua orang di dunia itu tau betul apakah itu kemiskinan, kemiskinan sebuah fenomena yang paling tidak disukai oleh semua orang pastinya.

Secara realistis, kemiskinan adalah sesuatu yang menunjukan ketidak cukupan bagi komunitas atau individu yang merasakannya. Namun pengertian dari kemiskinan itu sendiri adalah, ketidak cukupan seseorang memenuhi kebutuhan-kebutuhan primernya, seperti pangan, sandang serta papan untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan posisi sosial stukturalnya.

Pertanyaannya seberapa parah sesungguhnya kemiskinan di Indonesia? Jawabannya mungkin sangat parah. Sebab, kemiskinan yang terjadi saat ini bersifat jadi sangat multidimensional. Hal tersebut bisa kita buktikan dan dicarikan jejaknya dari banyaknya kasus yang terjadi di seluruh pelosok negeri ini.

Lantas bagaimana dengan Kabupaten Bondowoso ?

Penelusuran Deteksi news di beberapa desa masih sangat jelas kemiskinan masih meraja lela. Tanpa bermaksud mengkambing hitamkan Pemerintah, namun ada beberapa pertanyaan mengapa hal semacam ini masih sangat Nampak di depan dan tanpa adanya upaya untuk meminimalisir. padahal bukan menjadi rahasi berbagai program kemiskinan sudah mengucur deras ke pelosok desa seperti program Raskin, Plesternisasi, RTLH ( Rumah tidak layak huni) BSM ( bantuan siswa miskin) dan berbagai macam program kerakyatan yang dititik beratkan pada pemberdayaan masyarakat ? apakah program ini tidak samapai pada tujuan intinya ? banyak pertanyaan sehingga masyarakat juga masih diliputi banyak pertanyaan.

Banyaknya rumah yang masih sangat sederhana sekali bahkan terkesan sangat tidak layak huni masih Nampak sekali di beberapa desa, seperti penelusuran Deteksi masih menemui sedikitnya 200 unit rumah sangat tidak layak huni di desa Bercak, 230 di desa bercak asri, 200 unit di desa batu salang, 300 unit rumah di desa kladi , 300 unit di desa solor, ini belum lagi di daerah seperti bajuaran, jirek mas, plalangan , suling wetan, dan desa- desa yang lain. Minimal berdasarakan pantauan di dua kecamatan seperti kecamatan ceerme dan kecamatan botolinggo angka kemiskinan masih sangat dominan dan perlu mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan yang peduli.

Senada hal tersebut kepala desa kladi kecamatan Ceerme menyatakan "kalau rumah tidak layak huni di desa kami dan sekitarnya memang masih sanagat banyak, dikarena kami belum mampu untuk membantu secara keseluruhan minimnya bantuan dari pemerintah tidak bisa untuk memberi bantuan kepada seluruh jumlah warga kami yang rata-rat masih dibawah garis kemiskinan. Di desa kami saja sedikitnya 300 unit rumah masih belum bisa dinyatakan layak."

Hasil konfirmasi deteksi news dengan beberapa warga saat melakukan penelusuran ditemui oleh Buk Sunaryon warga desa batu salang RT.02 kecamatan cerme yang kebetulan rumahnya juga dipinggir jalan poros desa menerangkan “ mau bagaimana lagi pak, memang kemampuan kami samapai disini, di foto tiap saat dari perangkat desa ya Cuma di foto tapi bantuan tidak pernah sampai, masalah keadaan ya memang ini adanya," tuturnya.

Terpisah pak suradi RT 4 Desa Klekean Kecamatan Botolinggo "kami sebagai warga masyarakat di pedesaan cukup dengan penghasilan kami sebagai buruh tani pak, jadi kalau untuk membenahi rumah memang tidak bisa meskipun kami juga kadangkala memelihara sapi milik tetangga dengan system angon tapi itupun tidak cukup karena penghasilan kami setiap harinya hanya Rp. 10.000,- itupun kalau ada pekerjaan kalau tidak ada kami mencari rumput, bantuan dari Pemerintah untuk plester rumah sampai sekarang kami belum merasakan pak, apalagi bantuan untuk rumah," katanya.

Lantas bagaimana dengan pihak terkait? tentunya deteksi news akan melakukan penelusuran lebih lanjut dan melakukan kolaborasi serta solusi agar pihak pemerintah kabupaten bondowoso juga tidak selalu menjadi kambing hitam dengan penyakit kemiskinan yang sudah meraja lela ini.

Tentunya persoalan ini bukan mau di titik beratkan pada Bupati atau wakil bupati maupun jajarannya, namun permasalahan ini tentunya menjadi kewajiban semua elemen masyarakat Bondowoso yang beriman dan memang peduli pada kemiskinan. (adi)


Sumber