Mahalnya Sebuah Cita–Cita, Murid Asal Wrin­gin Usia 7 Tahun Ini Terbiasa Berjalan Kaki Sepanjang 3 Km

Murid Asal Wrin­gin Usia 7 Tahun Ini Terbiasa Berjalan Kaki Sepanjang 3 Km
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET -  Kalau kita ingat jaman itu, waktu itu tiga puluh tahun yang lalu, dunia pendidikan mengenang istilah Umar Bakri (Guru yang siap mengabdi).

Dengan fasilitas seadanya, jalan berliku nan penuh kerikil hanya ditempuh dengan sepeda ontel bahkan berjalan kaki menempuh jarak beber­apa kilometer. Karena jalan yang memang sulit ditempuh, terjal bebatuan tak banyak kendaraan, naik gunung bahkan masuk hutan.

Hanya dengan semangat dan tak pernah mengeluh, Langkah penat menjadi pil pahit yang mengobati segala keterbatasan menjadi sebuah energy yang semata – mata tuk menyampai­kan sesuatu, sesuatu yang akan merubah nasib anak – anak bangsa.

Begitu juga sebaliknya anak didik yang jumlahnya hanya hitun­gan jari, siap menunggu dan ditunggu sang dermawan yang siap memberi­kan segudang ilmu bagi anak – anak bangsa tercinta.

Kini dirasakan sudah, abad ini jalan sudah beraspal, jalan berliku tak lagi sulit dilalui. Namun tak semua anak bangsa merasakan hal itu seperti yang dialami anak yang satu ini, anak usia 7 tahun, sayangnya malu – malu menye­butkan namanya hanya mengaku 3 bersaudara asal desa Jambewungu pedukuhan Pakel.

Hati siapa yang tak terenyuh, anak yang masih menempuh pendi­dikan sekolah dasar (SD) kelas 1 di SDN Jambewungu 1 kecamatan Wrin­gin sudah terbiasa berjalan kaki saat pulang sekolah.

Tiga kilometer bukan waktu yang dekat bagi anak usia itu, namun semangat hapuskan rasa takut, tanpa rasa khawatir, tegap menelusuri jalan berliku seakan menatap masa depan cerah yang ada dibenaknya.

Kami (Deteksi red) mencoba mendekati, mencoba mengkonfirmasi walau sebenarnya mulut tertatih untuk berinteraksi. “Saya sudah terbiasa begini pak ! Kalau pagi saya berangkat seko­lah bersama kakak saya, kakak saya duduk dikelas IV. Pulangnya saya sendirian kadang bersama teman, kadang menuggu tumpangan (ngom­preng kendaraan lewat) itupun kalau ada. Tapi yang paling sering jalan kaki pak ! Saat ditanya tidak payah ..... cetus menjawabnya, saya pengen pintar pak ... saya pengen jadi guru seperti pak Guru saya, pungkasnya.

Seperti sulit dibayangkan, pepatah bilang “Pendidikan layak dibeli mahal, seperti mahalnya untuk meraih cita – cita”.(Hery)