Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat di Lingkungan
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Tahun 2014, 10 desa di kabupaten Bondowoso akan melaksanakan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat, pamsimas, untuk dapat meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat berpenghasilan rendah/miskin.
Kriteria desa terpilih yaitu, 1. Belum pernah mendapatkan program Pamsimas, 2. Cakupan akses air minum aman masih rendah, 3. Sanitasi aman masih rendah, 4. Penderita Diare tinggi, sesuai data puskesmas, dan 5. Memiliki potensi sumber air baku yang dapat digunakan.
Wawan Yunianto, Konsultan program Pamsimas, saat dikonfirmasi menjelaskan, Pamsimas merupakan program pemerinah yang sebagian besar didanai oleh anggaran pendapatan dan Belanja Negara dengan melibatkan kementrian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
Di Kabupaten Bondowoso, ada 10 desa di 8 Kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan program Pamsimas. Diantara 8 desa itu adalah, desa Wonosari, Kabuaran, Sucolor, Jetis, Tlogosari, Solor, Kerang, dan Banyuwuluh dengan didanai oleh dana APBN. Sedangkan 2 desa lainnya yaitu desa Kupang dan desa Sumber Anyar, didanai oleh dana APBD. Wawan juga mengatakan, awalnya ada 40 desa yang menjadi target pemerintah, tetapi hanya 10 desa yang siap menjalankan program Pamsimas ini.
Wawan juga mengatakan "Ada 30 desa yang mundur atau tidak siap untuk menjalankan program Pamsimas tersebut, tanpa menyebutkan alasan yang pasti, karena ini hanya bersifat himbauan, bukan perintah, maka jika ada desa yang tidak siap melaksanakan program ini, sah-sah saja."
Selain untuk meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat, khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah, 2 kegiatan yang masuk dalam program Pamsimas kali ini yaitu memberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan akses untuk air minum, dan sanitasi secara berkelanjutan di 10 desa tersebut.
Menurut Wawan, 2 kegiatan dalam program Pamsimas yang nantinya dilaksanakan, diantaranya penyediaan akses air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sedangkan untuk penyediaan sanitasi, pemerintah pusat maupun daerah lebih fokus untuk melaksanakan di sekolah tingkat dasar, serta Madrasah Ibtidaiyah.
