Pasar Induk Bondowoso Segera di Revitalisasi

Pasar Induk Bondowoso
Pasar Induk Bondowoso 

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Kondisi pasar induk yang semrawut dan tidak bisa lagi menampung para pedagang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso, panen keluhan. Masyarakat meminta agar pemerintah segera merevitalisasi 5 pasar tradisional, termasuk Pasar Induk Bondowoso (PIB).

Keluhan itu disampaikan oleh Darman, pedagang PIB. Dia mengatakan, bahwa sudah waktunya Pemkab Bondowoso, merevitalisasi PIB. Pasalnya, selain semerawut dan kumuh, aktifitas di pasar induk telah mengganggu arus Lalu - Lintas.

"Pemkab Bondowoso, segera membenahi pasar ini. Kondisinya sudah memprihatinkan. Selain sering menjadi gangguan pengendara, karena banyaknya pedagang hingga overload (berlebihan)," katanya.

Pantauan di lokasi, para pedagang PIB banyak yang menggelar lapak dagangannya di ruas jalan. Hal ini yang mengakibatkan para pengendara kesulitan untuk melintas karena badan jalan telah dipergunakan sebagai tempat berdagang.

Menanggapi hal itu, Kepala Diskoperindag Bondowoso, Karna Suswandi menguraikan, kondisi pasar induk tersebut memang menjadi salah satu perhatian utamanya. Program-program perbaikan telah dilakukan secara rutin. "Pembangunan maupun perbaikan yang kita lakukan tentu menyesuaikan dengan kekuatan anggaran. Yang pasti, untuk pembangunan pasar induk ini akan terus kita lakukan secara bertahap. Sehingga, berbagai persoalan yang terjadi bisa segera teratasi," tukasnya.

Lanjut dia, PIB memang harus segera direvitalisasi. Beberapa pasar tradisional sudah direvitalisasi seperti yang ada di Kecamatan Wonosari, Prajekan dan Tamanan. "Revitalisasi pasar kita akan terus lakukan untuk mencapai kesempurnaan perekonomian masyarakat daerah ini. Untuk PIB, kami telah mengajukan rencana relokasi kepada Pemerintah Pusat," katanya.

Pemkab Bondowoso membutuhkan dana segara senilai Rp 40 miliar untuk merevitalisasi pasar. Namun anggaran yang ada hanya sekitar Rp 2 miliar. "Dengan dana yang minim ini, revitalisasi harus segera dilakukan karena kondisi pasar yang tidak mungkin dibiarkan, suasana semerawut, pedagang sudah tak nyaman berdagang," pungkasnya. (sy)


Sumber