Jurnalis Di Bondowoso Kecam Penganiayaan Wartawan

Jurnalis Di Bondowoso Kecam Penganiayaan Wartawan
Pertemuan jurnalis dan perwakilan TNI / Foto: beritajatim.com

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Puluhan wartawan dan aktivis lembaga swadaya masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, berunjuk rasa di dua markas militer, Jumat (28/3/2014).

Mereka mendatangi kantor Subdetasemen Polisi Militer dan Markas Batalyon Raider 514. "Kami mendesak TNI memberi sanksi tegas kepada oknum yang diduga terlibat penganiayaan terhadap Niharuddin, wartawan Harian Memo Timur," kata Muhlis Adi Rangkul, salah satu wartawan.

Para wartawan mendesak agar tidak ada lagi kekerasan terhadap jurnalis. Mereka juga meminta agar laporan penganiayaan yang sudah masuk ke kantor Kepolisian Resor Bondowoso agar segera diambilalih TNI.

Dari hasil pertemuan antara wartawan dengan perwakilan TNI di dua markas kesatuan itu, diperoleh informasi oknum yang diduga terlibat penganiayaan bukan berasal dari kesatuan Bondowoso, melainkan Malang.

"TNI berjanji akan memproses ini sesuai aturan yang berlaku. Memo sendiri sebenarnya membuka kesempatan untuk islah dan penyelesaian kekeluargaan. Tapi ternyata ada miskomunikasi dalam prosesnya," kata Muhlis.

Peristiwa penganiayaan terjadi di Pengadilan Negeri Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (27/3/2014).

Niharuddin dihajar di bagian pipi kiri oleh orang tak dikenal. Selain itu perutnya sempat ditendang hingga membuat sesak napas. Ia sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

Kisah penganiayaan Niharuddin berawal saat seseorang tak dikenal memanggilnya keluar ruang sidang. Tanpa curiga, ia pun keluar dan dihajar oleh orang itu.

Sejumlah wartawan Bondowoso yang mengetahui kejadian itu langsung melacak si orang tak dikenal. Kebetulan ada salah satu wartawan yang memotret kendaraan yang dikendarai orang tersebut.

Ternyata si orang tak dikenal menumpang mobil yang diparkir di Jalan Bungur. "Saya sudah melaporkan kejadian ini ke polisi," kata Niharuddin.

Polisi yang memperoleh laporan itu langsung tanggap. Petugas Reserse dan Kriminal Polres Bondowoso mendatangi tempat mobil berada bersama sejumlah anggota intel Komando TNI Distrik Militer 0822. Keterlibatan intel kodim dikarenakan ada dugaan mobil itu milik oknum TNI. "Kami masih menyelidiki motif pemukulan," kata Kasat Reskrim Polres AKP Mulyono. (wir/ted)