Gelar Budaya dan Pameran Produk Pariwisata Bondowoso
| Sugeng SSN saat menjadi dalang berbahasa Madura kontemporer |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Guna memajukan perekonomian masyarakat, serta untuk melestarikan budaya tradisional Bondowoso, Padepokan Seni Gema Buana Prajekan yang dipimpin Sugeng SSN, menggelar acara bertajuk ‘Gelar Budaya dan Pameran Produk Unggulan Pariwisata’ di Padepokan Seni Gema Buana, dari Jumat (7/3) hingga Minggu (9/3).
Dalam acara itu, dipamerkan berbagai produk kerajinan yang berasal dari desa wisata, yang ada di Bondowoso. Yakni, dari Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Desa Prajekan Kidul, Kecamatan Prejekan, Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok, Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan. Panitia juga mengundang padepokan seni dari Jember, antara lain Padepokan Cemara Jember, Grup Tanoker, Sukowono, serta berbagai kelompok seni lainnya ikut berpartisipasi pada acara itu.
“Ini adalah upaya saya dan teman-teman seniman Bondowoso, mengenalkan seni tradisi Bondowoso dan produk-produk wisata kepada masyarakat sekitar dan masyarakat luar Bondowoso,” ujar Sugeng, SSN, yang merupakan inspirator acara itu. Bersama para pekerja seni lainnya, Sugeng juga mengajak Arif Prasetyo SST Par, Intan SST Par, Sofyan, Ayon, Baedhowi, Dedi, dan Nasrul Minggu kemarin (9/3).
Dalam acara tersebut, Sugeng memilih tema atau konsep ‘Lestari Alamku, Berkembang Budayaku, dan Berdaya Masyarakatku’. ”Kami ingin mengembangkan ekonomi kreatif dengan menggelar berbagai pertunjukan seni tradisi di Prajekan ini. Alhasil, banyak warga yang berbondong-bondong menyaksikan acara tersebut,” terangnya.
Dengan membeludaknya masyarakat yang datang menyaksikan berbagai produk pameran wisata dan pertunjukan kesenian, banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman juga kecipratan rezeki. ”Inilah yang dinamakan ekonomi kreatif. Pedagang kaki lima yang notabene warga Prajekan ikut mendapatkan rezeki. Karena, barang dagangannya laris manis,” imbuhnya.
Selain itu, produk-produk wisata seperti beras dan hasil pertanian organik seperti, tomat, lombok, kembang kol, terung yang dihasilkan oleh Desa Wisata Lombok Kulon juga diborong pengunjung. Hasil kerajinan dari bambu yang diproduksi oleh warga Desa Taman Kecamatan Taman Krocok, juga laris manis diborong pengunjung. ”Seperti, produk keranjang, tempeh, wadah nasi, dan lainnya. Itu karya kerajinan dari warga Desa Taman,” katanya.
Dalam pameran produk dari Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, juga dipajang juga batik hasil karya warga Kalianyar dan karya dari pelajar SMK Tamanan. ”Batik-batik karya warga dan pelajar juga diborong habis oleh pengunjung,” katanya. Juga dijual produk kerajinan seni topeng yang terbuat dari kertas koran yang dibuat oleh anggota Padepokan Seni Gema Buana, produk kerajinan Pin Padepokan, berbagai pahatan kayu berbentuk patung hewan, singa, rusa, burung, lumba-lumba, bonsai kering. Miniatur masyarakat dengan kesehariannya sebagai petani. Cenderamata tempat tissue dan berbagai kerajinan dari bahan daur ulang. Olahan makanan ditampilkan oleh SMK Negeri 1 Prajekan.
Sementara itu, untuk karya seni tradisional, panitia juga menampilkan seni wayang kulit berbahasa Madura Kontemporer, Seni Pojien (pujian), Singo Ulung. Sedangkan dari Jember, menampilkan seni tari Lahbako, permainan egrang dan perkusi jimbe (dari Tanoker Ledokombo), tari Remo, juga ada pertunjukan anak-anak band dari sekolah di Bondowoso.
”Ternyata, warga Bondowoso sangat antusias dengan acara seni budaya dan pameran produk wisata,” terangnya. Dalam acara itu, juga diadakan bakti sosial sunatan masal yang diikuti oleh ratusan pelajar Sekolah Dasar. ”Alhamdulillah, kami berhasil untuk mengenalkan seni tradisional Bondowoso kepada masyarakat luar. Semoga, masyarakat Bondowoso semakin berdaya dan mampu melestarikan alam dan budaya Bondowoso,” katanya.
Seni dan pariwisata, kata Sugeng, tidak bisa dilepaskan. Keduanya menyatu. ”Jika kita sanggup dan mampu mempertunjukkan seni yang kreatif, maka warga luar Bondowoso akan berdatangan ke Bondowoso untuk melihatnya. Itu, akan mendatangkan penghasilan bagi Bondowoso. Tentu saja, jika digarap maksimal, maka Bondowoso akan dikenal luas, apalagi ada kesenian Singo Ulung yang punya potensi menasional,” katanya.
Jawa Pos (10/03/14)