Diskoperindag Bondowoso Rutin Pantau Harga Kebutuhan Pokok
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Harga kebutuhan pokok, yang meliputi sembilan kebutuhan bahan pokok barang strategis, komoditas potensial, dan barang penting lainnya, selalu mendapatkan pantauan serius dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag).
Setidaknya, setiap hari Senin dan Kamis, petugas Diskoperindag mengeluarkan daftar harga yang diumumkan ke masyarakat. Dengan demikian, warga mengetahui dengan benar harga-harga kebutuhan pokok yang diperlukan. Di antaranya, beras, gula, minyak goreng, mentega, tepung, susu, daging sapi dan ayam, telur, garam, minyak tanah, ikan asin, jagung, sayur mayur, semen, pupuk, besi beton dan lainnya.
”Semua itu dilakukan untuk kepentingan masyarakat. Karena, masyarakat harus paham dengan situasi dan kondisi harga kebutuhan pokok yang berlaku saat ini,” kata Drs Karna Suswandi MM, Kadiskoperindag, Minggu kemarin (16/3).
Dengan cara tersebut, kata dia, diharapkan antara penjual atau dengan pembeli (masyarakat), mengetahui transparansi harga. Jangan sampai ada pedagang yang curang dengan membohongi pembeli. “Pembeli harus dilindungi oleh pemerintah. Sebab, tujuan dari transaksi di pasar adalah saling menguntungkan, bukan saling merugikan,” imbuhnya.
Tidak heran, jika selama ini, petugas Diskoperindag selalu berkomunikasi dengan pedagang di Pasar Induk Bondowoso, serta pasar-pasar tradisional lainnya. Petugas Diskoperindag mewawancarai para pedagang sembako dan pedagang barang strategis. ”Setelah ditemukan harga yang terjadi saat itu, langsung dicatat,” jelasnya.
Selanjutnya, diskoperindag mengumumkan hasil investigasi harga-harga itu ke masyarakat luas. Dengan demikian masyarakat akan mengetahui harga-harga sembilan bahan pokok. Mereka tidak mudah tertipu,” katanya.
Berdasarkan hasil monitoring atas beberapa komoditas, lanjut Karna Suswandi, khususnya sembako dan sayuran di beberapa pasar, ternyata mengalami perubahan harga dibandingkan dengan harga yang terjadi sebelumnya. Adapun beberapa komoditas yang mengalami perubahan adalah, daging ayam potong di semua pasar mengalami kenaikan, dari Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Minyak goreng Bimoli curah (semua pasar) mengalami kenaikan dari Rp 11.000 menjadi Rp 12.000 per kilogramnya.
Sedangkan komoditas yang turun adalah bawang putih (semua pasar) dari Rp 18.000 menjadi Rp 11.000 per kilogram. Cabai rawit hijau di semua pasar mengalami kenaikan dari Rp 30.000 menjadi Rp 28.000. “Ada penurunannya sebesar 7 persen,” tambahnya. Sedangkan harga beras IR 64 Super Rp 9.000 per kilogramnya. IR 64 medium Rp 8.500 per kilogram. IR 66/36 sebesar Rp 9.500 per kilogramnya. Gula pasir local Rp 9.500 per kilogramnya. Minyak goreng per liter (Bimoli curah Rp 11.000, Filma curah Rp 12.500, Bimoli kemasan Rp 12 ribu, Filma kemasan Rp 13 ribu).
Mentega (Blue Band 250 gr Rp 8.500, Simas 200 gr Rp 5.000), Tepung (Segitiga Biru Rp 7.000 dan Tapioca Rp 6 ribu). Daging ayam dan sapi (super Rp 95.000, biasa Rp 80.000, ayam potong Rp 22.000). Telur (ayam ras Rp 13.000 per kilogram), ikan asin (teri super Rp 55.000, teri biasa Rp 40.000, cakalan segar Rp 30.000 dan cakalan pindang Rp 25.000).
Untuk harga jagung (pipilan Rp 4.000, beras jagung Rp 5.000), sayur mayur (bawang putih Rp 18.000, bawang merah Rp 18.000, cabai rawit merah Rp 50.000), semen 40 kg Rp 54.000, besi ton (ukuran 6 mm Rp 22.500, ukuran 8 mm Rp 30.000, ukuran 10 mm Rp 49.000, ukuran 12 (Rp 71.000).
Jawa Pos (17/03/2014)