Turis Ikut Kampanyekan Lingkungan di Bondowoso
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Selain berwisata, banyak hal yang dilakukan turis saat datang ke desa-desa wisata di Bondowoso. Salah satunya dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh Chiara Granacher, wisman asal Walshut – Tiengen, Jerman saat berkunjung ke Desa Wisata Tamanan. Bersama dengan para aktivis lingkungan dari Hijau Madani, Chiara dengan sukarela bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan. Termasuk datang ke sekolah-sekolah.
Salah satu yang menjadi kampanye Chiara adalah diet penggunaan tas plastik. Menurutnya, akibat semakin tingginya penggunaan tas plastik, dan pengelolaan sampahnya juga tidak maksimal, hal itu menjadi persoalan pelik terhadap kelestarian lingkungan.
Permasalahan sampah plastik menurutnya sudah banyak terjadi di beberapa kota yang dia singgahi di Indonesia. Penyebabnya utamanya adalah kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kebersihan lingkungan. Bahkan banyak dia menemukan yang masih membuang sampah sembarangan.
Selain itu, pemanfaatan limbah plastik juga masih minim. Proses pemilahan sampah plastik dan organik juga belum maksimal. Padahal, sampahsampah plastik juga bisa diolah dengan sentuhan kreativitas. Salah satunya dijadikan benda-benda kerajinan.
“Kehadiran turis asing kami harapkan juga bisa memberikan efek positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Karena itulah, setiap ada turis yang datang, kita selalu ajak bersosialisasi langsung kepada masyarakat terkait upaya pelestarian lingkungan itu,” pungkasnya.
Jawa Pos (20/02/14)
Seperti yang dilakukan oleh Chiara Granacher, wisman asal Walshut – Tiengen, Jerman saat berkunjung ke Desa Wisata Tamanan. Bersama dengan para aktivis lingkungan dari Hijau Madani, Chiara dengan sukarela bersentuhan langsung dengan masyarakat untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan. Termasuk datang ke sekolah-sekolah.
Salah satu yang menjadi kampanye Chiara adalah diet penggunaan tas plastik. Menurutnya, akibat semakin tingginya penggunaan tas plastik, dan pengelolaan sampahnya juga tidak maksimal, hal itu menjadi persoalan pelik terhadap kelestarian lingkungan.
Permasalahan sampah plastik menurutnya sudah banyak terjadi di beberapa kota yang dia singgahi di Indonesia. Penyebabnya utamanya adalah kesadaran masyarakat dalam memperhatikan kebersihan lingkungan. Bahkan banyak dia menemukan yang masih membuang sampah sembarangan.
Selain itu, pemanfaatan limbah plastik juga masih minim. Proses pemilahan sampah plastik dan organik juga belum maksimal. Padahal, sampahsampah plastik juga bisa diolah dengan sentuhan kreativitas. Salah satunya dijadikan benda-benda kerajinan.
“Kehadiran turis asing kami harapkan juga bisa memberikan efek positif terhadap upaya pelestarian lingkungan. Karena itulah, setiap ada turis yang datang, kita selalu ajak bersosialisasi langsung kepada masyarakat terkait upaya pelestarian lingkungan itu,” pungkasnya.
Jawa Pos (20/02/14)