Penyandang Difabel Bakal Didampingi Dalam Pemilu

Penyandang Difabel bakal Didampingi dalam Pemilu

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Penyandang cacat, seperti tunanetra, atau tunawicara, serta tunadaksa yang mempunyai hak pilih dalam pemilu boleh didampingi saat memberikan suara 9 April 2014 mendatang. Mereka boleh didampingi oleh orang yang diberi kepercayaan. Bahkan, akan ada petugas yang mendampingi difabel tersebut.

”Bagi penyandang cacat atau difabel, maka akan ada petugas yang mendampingi, untuk melakukan pencoblosan di bilik suara,” ungkap Hadi Ismanto, Ketua KPU Kabupaten Bondowoso, Rabu (19/2).

Terutama untuk mereka yang menyandang tunanetra. Tentu mereka membutuhkan orang lain saat melakukan pencoblosan. ”Karena memang kondisinya tidak memungkinkan untuk membaca atau melihat caleg atau partai yang akan dicoblosnya makanya akan didampingi petugas,” katanya.

Dan itu memang dibolehkan aturan untuk dilakukan pendampingan. ”Apalagi, tidak sedikit jumlah difabel di Bondowoso yang punya hak pilih,” ujarnya. Diharapkan, semua penyandang difabel di Bondowoso yang telah memiliki hak suara untuk berbondong-bondong datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

Hanya saja, Hadi tidak menjelaskan jumlah riil penyandang cacat yang punya hak pilih dalam pemilu. ”Untuk soal jumlah orangnya saya tidak paham. Namun, pasti ada penyandang difabel yang punya hak dalam pemilu mendatang,” katanya.

Jumlah siswa-siswi SMA Luar Biasa (LB) di Bondowoso yang punya hak dalam pemilu tidak sedikit. Mereka rata-rata berusia di atas 17 tahun. Mereka menempuh pendidikan SLB di SLB Negeri dan Swasta yang ada di Bondowoso. Dari keterangan beberapa siswa-siswi SMA LB Bina Asih, pelajar SLB itu juga ingin menjalankan haknya untuk mencoblos caleg dan partai yang diinginkan.

”Saya ingin mencoblos caleg dan partai yang menjadikan saya tertarik untuk memilihnya. Harapan saya caleg dan partai itu menang, yang menang akan semakin memperhatikan anak-anak cacat,” kata salah seorang penyandang tunanetra. Para penyandang cacat itu berharap, anggota dewan yang nantinya terpilih untuk lebih fokus memperhatikan kebutuhan anak-anak difabel.


Jawa Pos (20/02/14)