Erupsi Kelud, Blitar dan Kediri Urung Ikut Kejurprov Catur PGRI

Erupsi Kelud, Blitar dan Kediri Urung Ikut Kejurprov Catur PGRI

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Erupsi Gunung Kelud sedikit membawa imbas bagi dunia olahraga. Dalam Kejuaraan se Provinsi atau Kejurprov Catur PGRI yang akan berlangsung mulai Sabtu hari ini di SMKN 4 Bondowoso, dua kontingen mengurungkan diri tampil.

Dua kontingen ini adalah dari Kota Blitar dan Kota Kediri. ”Mereka sudah berangkat Jumat malam. Namun dalam perjalanan mereka kembali lagi karena gunung Kelud meletus,” kata Tondo Samiadi, ketua umum Pengkab Percasi Bondowoso, dikonfirmasi kemarin.

Rencananya, dua kontingen ini memang akan turun penuh dalam kejurprov tersebut. Baik beregu maupun perorangan. Hanya karena faktor yang tak terduga tersebut, membuat kedua tim catur itu harus gagal tampil. “Ketua kontingen minta maaf ke kami (Panitia, Red). Bahwa, terpaksa balik lagi ke kota asal karena khawatir bencana akan kian parah,” lanjut Tondo. Untuk Blitar, hanya tim Kota Blitar saja yang urung tampil. Sementara tim kabupaten Blitar tetap tampil. Kejurprov itu sendiri, sepertinya akan berlangsung dengan marak.

Menurut Tondo, sampai kemarin sedikitnya sudah ada 14 kabupaten atau kota yang hadir. Beberapa wilayah yang sudah pasti datang adalah catur PGRI Magetan, Kabupaten Blitar, Nganjuk, Jombang, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Tulungagung, dan tuan rumah Bondowoso. ”Surabaya dan seluruh kabupaten Madura nggak datang. Mungkin mereka masih kecewa karena kalah voting dengan Bondowoso di Rakerprov lalu,” jelasnya.

Yang menarik, meski sebatas guru (PGRI) namun ada salah satu master yang akan ikut ambil bagian di even tersebut. Master ini adalah Amir Ramdhani MN, pecatur top asal Situbondo. Menurut Tondo, meski ada master nasional namun bukan jaminan tim tersebut serta merta juara. Apalagi ada kelompok beregu. Sebab, di even tersebut, pecatur yang belum terkualifikasi memiliki kemampuan yang rata-rata cukup baik.

Rencananya, Kejurprov PGRI tersebut akan dibuka oleh Ketua KONI Bondowoso Drs H Huzaini Effendi malam ini sekitar pukul 19.30 di SMKN 4 Bondowoso (sekitar Perumahan Pancoran).

Tuan rumah Bondowoso sendiri akan menurunkan kekuatan terbaiknya. Sedikitnya empat regu akan bermain mewakili tim Kota Tape itu. Lalu, untuk perorangan Percasi Bondowoso akan mengirimkan delapan pecaturnya. ”Kuota regu untuk tuan rumah tidak terlalu banyak. Namun materi itu adalah yang bagus-bagus,” tandasnya. Untuk kelompok beregu, akan digelar usai pembukaan. Setelah itu dilanjutkan dengan pertandingan perorangan yang akan diikuti oleh seluruh guru dari Jawa Timur.

Panpel sendiri juga menyediakan penginapan gratis sederhana. Yakni menggunakan ruang kelas di SMKN 4 dan SMK 1 Grujugan. ”Yang penting peserta bisa istira hat dan tidur ada bantalnya,” seloroh Tondo, yang kebetulan juga menjabat sebagai Kasek SDLB Negeri Cindogo.

”Komitmen Ketua Percasi, kalau guru suka main catur, otomatis anak-anak suka main catur. Dan Ketua Percasi Bondowoso yang kebetulan guru, ingin mengembalikan guru sebagai pemikir yang dermawan ilmu,” lanjutnya.

Even tersebut juga akan mendatangkan beberapa nama wasit top di Jawa Timur, antara lain, Yusuf Santriono (wasit internasio nal asal Sidoarjo), Kunto Abiyoso (wasit nasional), serta Johny Theo WN (wasit nasional asal Jember).


Jawa Pos (15/02/14)