Serangan DB di Bondowoso Renggut Dua Nyawa

Pengasapan nyamuk aedes aegypti - DB

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Serangan demam berdarah (DB) di Bondowoso mulai merenggut korban jiwa. Dari jumlah penderita DB dari Januari hingga pertengahan Februari yang mencapai 79 penderita, 2 korban di antaranya meninggal dunia. Sehingga, masyarakat diminta untuk aktif dalam melakukan pencegahan penyakit DB. “Untuk bulan Januari jumlah penderita sebanyak 63 orang dan jumlah penderita bulan Februari sebanyak 16 orang,” ungkap dr Arief Sudibyo, Kabid P2PL Dinkes Bondowoso, kemarin(14/2).

Bahkan pada Januari itu ada dua penderita DB yang meninggal dunia.”Ada kemungkinan pasien yang meninggal ini karena mengalami komplikasi sehingga begitu mengalami DB, dua orang itu meninggal dunia,” katanya.

Oleh sebab itu, Dinkes berusaha melakukan fogging (pengasapan, Red) ke kawasan permukiman warga, sekolah dan kantor. Harapannya, nyamuk aedes aegipty penyebab penyakit DB segera mati. ”Kami melakukan fogging untuk mencegah penularan DB yang dibawa oleh nyamuk,” katanya.

Selain itu, Dinkes meminta masyarakat juga ikut aktif melakukan atau menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar rumahnya. Di antaranya dengan melakukan 3M plus, yakni menguras, menutup dan mengubur.

“Menguras adalah dengan menguras air di bak atau tandon hingga bersih. Menutup adalah melakukan penutupan bak mandi, timba berisi air atau media yang berisi air. Sedangkan mengubur adalah dengan membuat galian pada tanah dan memasukkan benda-benda tidak terpakai pada galian lubang itu serta menguburnya,” katanya.

Juga warga diminta untuk menaburkan serbuk abate ke bak mandi sebagai cara untuk mematikan jentik-jentik nyamuk. Sehingga, jentik tidak berkembang menjadi nyamuk. ”Apalagi saat ini kan hujan-hujan terus, jadinya masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungannya.” katanya.

Sementara itu, dr Wahono yang merupakan salah satu petugas medis di puskesmas menyatakan jika pasien DB memang mengalami peningkatan. ”Itu dibuktikan dengan banyaknya warga yang periksa kesehatan di puskesmas,” katanya.

Sedangkan gejala pasien yang menderita DB yakni pasien mengalami panas tinggi atau demam disertai menggigil. Lalu disertai mual, muntah dan bintik merah seperti campak. “Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi perdarahan dan dehidrasi, pasien diminta banyak minum air putih,” katanya.


Jawa Pos (15/02/14)