Pemkab Bondowoso: Pengusaha Harus Perhatikan K3 Karyawan

Funbike Gebyar Bulan K3 Bondowoso

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Pemkab Bondowoso meminta para pengusaha yang memiliki banyak karyawan pada perusahaannya untuk mewujudkan budaya K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Bahkan, Pemkab meminta pengusaha untuk memasukan para karyawan pada sebuah erusahaan untuk menjadi anggota PT Jamsostek.

Sebab, itu untuk melindungi keselamatan dan kesehatan bagi karyawan saat menjalankan kerja pada perusahaan. ”Tentu, setiap pemilik perusahaan baik skala kecil, menengah apalagi besar, wajib untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja bagi para karyawannya. Itu sebuah keharusan,” ungkap Sekda Hidayat di sela-sela acara Fun Bike K3 Disnakertrans yang dipusatkan di depan Kantor Pemkab Bondowoso, kemarin (16/2).

Apalagi antara pengusaha dan buruh itu terdapat hubungan yang positif atau saling menguntungkan satu sama lain. Jika tidak ada pengusaha, buruh tidak bias kerja. Sebaliknya, jika tidak ada buruh, maka pengusaha akan kesulitan untuk menjalankan usahanya. ”Sehingga keduanya ini tidak bisa berdiri sendiri. Namun, mereka wajib untuk bersinergi atau bekerjasama,” ujarnya.

Untuk itulah jika budaya K3 ini direalisasikan oleh semua pengusaha dan buruh, baik usaha formal dan informal, maka akan menjadi lebih optimal.”Maka stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional akan terwujud,” tambahnya. Selain itu, dengan adanya bulan K3 yang dimulai sejak 15 Januari hingga 15 Februari, diharapkan menjadi momentum penting bagi Bondowoso untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Abdurahman menyatakan tema K3 pada tahun 2014 ini adalah ‘Wujudkan Budaya K3 Untuk Menjamin Stabilitas Usaha Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional’.” Tentu budaya K3 wajib untuk dijalankan oleh sebuah perusahaan yang ada di Bondowoso,” katanya. Selain itu, dia menjelaskan, untuk usaha jasa kontruksi di Bondowoso, berjalan dengan baik. ”Karena setiap kontraktor memberikan alat-alat pengamanan (Safety, Red) bagi para buruh dalam mengerjakan atau membangun sebuah bangunan atau gedung. Para buruh memakai helem pengamanan, atau tali pengaman, juga memakai sarung tangan dalam bekerja,” katanya.

Juga, untuk usaha digudang-gudang tembakau, para buruh juga mendapatkan perhatian serius dari pemilik gudang tembakau. Selain itu, untuk jensi usaha lainnya, baik jasa angkutan, jasa kontruksi, pabrik, dan lainnya sudah cukup baik dalam menjalankan K3. ”Jadi karyawannya terjamin kesehatan dan keselamatannya. Inilah tujuan dari budaya K3,” katanya.

Selain itu, Abdurahman menjelaskan, gebyar bulan K3, bertujuan untuk menanamkan kesadaran pada semua pihak tentang arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Terutama, bagi pihak yang terkait langsung dalam proses peningkatan produktivitas kerja dilingkungan tempat kerja. “Sehingga, tercipta budaya memperkecil faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja,” katanya. Juga, gebyar bulan K3 untuk mendukung Indonesia berbudaya K3 di tahun 2015. “Jika perilaku K3 ini dipahami dengan baik, dan tertanam dalam hati pelaku usaha maka harapan untuk mewujudkan budaya K3 untuk menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumnbuhan ekonomi nasional,” katanya.

Untuk mensosialisasikan bulan K3, pihak Disnakertrans sengaja mengadakan acara fun bike yang mengundang para pengusaha, buruh, masyarakat umum, semua instansi masyarakat. ”Sehingga, sosialisasi K3 ini bisa mengena atau diterima oleh pengusaha, buruh dan masyarakat luas,” kata Abdurahman. Selain itu, Disnakertrans juga membagi-bagikan door prize, serta sepada pancal dan motor kepada peserta yang menang dalam undian Fun Bike Bulan K3.


Jawa Pos (17/02/14)