Pecatur Unggulan Masih Tercecer di Kejurprov Catur PGRI Jatim

Pecatur Unggulan Masih Tercecer di Kejurprov Catur Jatim PGRI I
UNGGUL SEMENTARA: Zaenal Effendi (kiri), wasit sepak bola nasional ikut
memperkuat PGRI Jember di Kejurprov PGRI, kemarin. Di babak kedua,
guru SDN Gumuksari Kalisat ini menang atas Moh Amin dari Sidoarjo.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Status Master Nasional (MN) bukan jaminan menang mudah. Setidaknya, itu gambaran utama dalam Kejuaraan Catur se Provinsi (Kejurprov) PGRI I yang berlangsung di aula SMKN 4 Bondowoso, kemarin.

Di hari pertama sampai siang kemarin yang hanya memainkan tiga babak, Ilham Wahyudi, master nasional asal Kota Probolinggo masih tercecer dari tiga besar. Dari enam babak yang dilombakan, peringkat pertama diduduki oleh Jumiran asal Tulungagung, disusul Imam Mukholig asal Banyuwangi dan Ipung, juga asal Tulungagung.

Namun demikian, posisi bisa bergeser sewaktu-waktu. Apalagi pada Sabtu malam kategori perorangan ini akan dilanjutkan satu babak lagi. Yang jelas, hasil akhir untuk perorangan akan diketahui Ahad pagi ini, karena enam babak sudah tuntas semua. ”Persaingan antar pecatur masih ketat. Masing-masing pecatur meski tidak menyandang gelar master, telah menampilkan penampilan yang apik,” kata Johny Theo, salah satu wasit pertandingan.

Sementara Bambang Sucipto, ketua PGRI Bondowoso memberikan apresiasi bagus atas perhelatan tersebut. ”Ini menjadi ajang silaturahmi guru non struktural se-Jatim dalam rangka membangun soliditas untuk ikut berperan aktif di lembaga yang bisa melahirkan pecatur top,” katanya.

Even tersebut sekaligus juga untuk membangun imej bahwa guru juga bisa memberikan pandangan positif pada masyarakat di ajang olahraga. ”Yang jelas, even ini akan menjadi agenda rutin setiap HUT PGRI baik di level provinsi maupun nasional,” pungkasnya.


Jawa Pos (16/02/4)