Dinkes Bondowoso Akan Beri Penyuluhan Penanganan Sumur

Dinkes Bondowoso Akan Beri Penyuluhan Penanganan Sumur
Peristiwa maut dilubang sumur

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso akan terus melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang tata cara mengani dan merawat yang baik air sumur agar tidak bau dan tidak kotor.

Tujuannya tak lain meminimalisir kejadian yang dapat membahayakan jiwa warga. Dr.lmron, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pemkab Bondowoso saat ditemui menjelaskan, pihaknya akan memberi penyuluhan kepada masyarakat mengingat kasus kematian yang dialami penguras sumur itu tidak perlu terjadi.

Imron mengatakan di RT 10 RW 04 Dusun Klampis, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, kasus kematian dapat disebabkan oleh beberapa faktor bisa karena tingginya kandungan gas karbon dioksida (C02) dalam sumur itu atau air di sumur ini beracun. "Menanggapi kejadian itu Dinkes belum dapat memastikan ketiga korban meninggal akibat terlalu banyak menghirup karbon dioksida atau keracunan air di sumur," tegasnya.

Dokter Imron menilai kasus itu terjadi lantaran kurang pahamnya masyarakat tentang bahayanya
saat masuk sumur dengan kedalaman tertentu. Ke depan Dinkes melalui petugas nya di Puskesmas melakukan penyuluhan agar masyarakat paham dan mengerti bagaimana merawat sumur agar tak mengeluarkan air tak berbau.

Diberitakan, 3 orang tewas saat menguras sumur di Dusun Klampes, Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang, selasa (4/2). Mereka adalah Mawi (55), Kholil (50), dan Ridwan (30). Mereka diyakini tewas akibat keracunan udara sumur.

Kadinkes Imron, menduga penyebab tewasnya ketiga korban karena sumur mengandung gas beracun. Ada beberapa teknik mengecek sumur. "Pertama memakai lilin dimasukkan sumur secara perlahan. Jika lilin mati, berarti sumur itu oksigennya rendah dan berbahaya," katanya.