Bondowoso Kekurangan Tenaga Medis Mulai Terpenuhi
| Bupati Amin memberikan sambutan saat wisuda Akbid Dharma Praja |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Kebutuhan tenaga kesehatan, seperti bidan dan perawat di Bondowoso, mulai bisa terpenuhi sejak berdirinya Akbid Dharma Praja pada 2009 dan Program Diploma III Keperawatan pada 2005. Kedua lembaga pendidikan yang berdiri di wilayah Bondowoso itu benar-benar membuat masyarakat Bondowoso menaruh harapan. Sebab, kebanyakan lulusan bidan dan perawat itu adalah warga asli Bondowoso. Sehingga, mereka bisa mengabdikan dirinya untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Bondowoso.
Bahkan, Bupati Amin Said Husni seringkali menyatakan bahwa para lulusan tenaga kesehatan dari Bondowoso wajib untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat Bondowoso. ”Para bidan dan perawat wajib untuk menjaga kesehatan masyarakat. Bahkan, bidan punya tanggung jawab besar untuk menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Bondowoso,” kata Bupati Amin.
Bupati Amin yang kerapkali menghadiri acara wisuda Akbid Dharma Praja Bondowoso, selalu menekankan agar para bidan bekerja tulus dan ikhlas untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat luas. Apalagi, tenaga kesehatan di Bondowoso masih sangat dibutuhkan. Sehingga, bupati Amin selalu berharap kepada para lulusan bidan dan perawat mau membantu masyarakat Bondowoso meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
”Apalagi, Bondowoso masih masuk dalam garis merah yang ditetapkan MDGs terkait soal kematian ibu dan bayi. Kami ingin, semua masyarakat bekerja keras untuk meminimalisir angka kematian ibu dan bayi di Bondowoso,” katanya.
Bahkan Bupati Amin dalam beberapa kali kata sambutannya pada wisuda Akbid Dharma Praja berharap agar para ibu-ibu memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya. Sehingga, bayinya menjadi sehat dan cerdas. ”Karena ASI itu sumber gizi dan vitamin bagi bayi. Oleh sebab itu, saya mengajak ibu-ibu untuk menyusui bayinya,” katanya.
Sementara itu, Bondowoso sampai saat ini masih membutuhkan tenaga perawat dan bidan. Alhasil, dengan berdirinya Program Diploma III Keperawatan dan Akbid Dharma Praja Bondowoso, kebutuhan akan tenaga paramedis mulai terpenuhi. “Kalau untuk Diploma III Keperawatan sudah ada sekitar 500 an tenaga perawat yang dihasilkan. Bahkan, mereka tidak hanya bekerja di puskesmas-puskesmas Bondowoso atau rumah sakit dr Koesnadi Bondowoso. Tetapi, mereka juga bekerja ke rumah sakit yang ada di luar Bondowoso,” kata Yuana Dwi Agustina, ketua Prodi III Keperawatan, kemarin.
Namun, para alumnus diberi bekal keterampilan dan ilmu selama sekolah di Diploma III Keperawatan. Saat sekolah, mereka harus menjalani praktik kerja di RS Dr Koesnadi Bondowoso, ke RS Bhayangkara, RS swasta lainnya. Serta praktik kerja ke puskesmas, ponkesdes. Juga, mereka praktik kerja ke RS dr Soebandi Jember dan RS dr Syaiful Anwar Malang. ”Itu semua untuk mengasah skill atau keterampilan sebagai perawat yang siap kerja,” katanya. Juga, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap mahasiswa yang akan lulus menjadi perawat. Selain itu, pihaknya seringkali melakukan bakti sosial seperti donor darah rutin setiap 3 atau 6 di kampus.
Sedangkan dr M. Jasin, selaku Direktur Akbid Dharma Praja Bondowoso menjelaskan jika pihaknya sudah meluluskan sekitar 80 lulusan bidan. Dan, mereka sudah bekerja sebagai bidan di puskesmas dan ponkesdes. Juga ada yang bekerja ke rumah sakit di Bondowoso. ”Memang tenaga bidan masih kurang di Bondowoso. Namun, Akbid sudah memasok kekurangan tenaga bidan itu,” katanya. Sebab, idealnya tenaga seorang bidan melayani 1.000 warga. Namun, kenyataan yang terjadi di Bondowoso 1 bidan melayani lebih dari seribu warga. Sedangkan, jumlah bidan di Bondowoso saat ini mencapai 500 an orang. ”Kalau penduduk Bondowoso berjumlah 700 ribu, maka Bondowoso membutuhkan 700 bidan. Jadi, Bondowoso kekurangan 200 bidan,” katanya.
Jawa Pos (27/02/14)