Hujan, Petani Panen Lebih Awal

ilustrasi (foto: antarafoto.com)
BONDOWOSO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bondowoso, membuat tanaman padi mengalami puso atau gagal panen. Bahkan, beberapa petani memilih memanen padi lebih awal. Ini pula yang dilakukan petani di wilayah kelurahan Tamansari, kelurahan Kotakulon, serta daerah lainnya.

“Dari pada rusak dan tidak bisa dijua, lebih baik saya memanen dulu”, ungkap Supriyadi, 55, petani asal Kecamatan Grujugan. Dijelaskan, akibat guyuran hujan yang terus menerus, banyak tanaman padi yang roboh. “Karena hujan deras disertai angin, membuat tanaman padi rusak”, ujarnya.

Maka dari itulah, kata dia, petani terpaksa memanen padi yang kondisinya sudah roboh. “Ini kan masih bisa diselamatkan. Daripada roboh lalu rusak”, terangnya.

Bisa dipastikan dengan kejadian tersebut, banyak petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen. “Petani jadi rugi”, katanya. Terlebih, jika hujan turun malam hari, bisa dipastikan air hujan akan menggenangi tanaman padi.

“Sebagian petani membuat saluran air untuk pembuangan air hujan. Airnya diarahkan ke saluran lain menggenangi area sawah”, katanya.

Sementara itu, harga gabah di pasaran mengalami kenaikan cukup tajam. Termasuk harga beras yang ikut naik karena banyak petani yang gagal panen.


Radar Jember - Jawa Pos (15/12/2013)