Faiqah Nur Maulidyah, Juara Kompetisi Sains Matematika Nasional

Faiqah Nur Maulidyah dengan medali emasnya

Belum lama ini, Faiqah Nur Maulidyah, 12 tahun, siswa kelas VI Madrasah Tsanawiyah (MI) At Takwa Bondowoso memenangkan kompetisi sains nasional tingkat pelajar MI se-Indonesia. Dia menyabet medali emas dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama RI.

Ditemui di sekolahnya yang asri dan sejuk. Faiqah Nur Maulidyah ditemani Kepala MI At Taqwa Bondowoso Taufikur Rahman BS Mpdi. Dia tampak riang dengan senyum mengembang. Maklum, Nur baru saja menyabet medali emas. Dia menjadi andalan dan kebanggaan sekolah untuk berbagai lomba sains khususnya mata pelajaran matematika yang diikuti.

Terlihat matanya memancarkan rasa percaya diri saat ditanya keberhasilannya menyabet medali emas. "AIhamdulillah, saya bisa membahagiakan orang tua, sekolah, Kabupaten Bondowoso, bahkan Jawa Timur", ungkapnya.

Faiqah mewakili Jawa Timur dalam lomba kompetisi sains nasional untuk pelajar MI se-Indonesia. Sejak awal, Nur memang menyukai pelajaran matematika yang dianggap momok oleh sebagian pelajar. "Tetapi, saya jusru menyukai pelajaran matematika sejak kecil", katanya.

Tak heran, anak pasangan suami istri Usun dan Endang, yang sama-sama berprofesi sebagai guru di MI Bondowaso ini, menjadi andalan Ml At Taqwa ketika mengikuti berbagai lomba olimpiade matematika dan IPA.
 
"Saya sendiri rutin belajar matematika sejak kelas III. Saya ditempatkan di kelas khusus oleh kepala sekolah untuk ditempa dengan mengerjakan soal matematika", katanya.

Tak heran bila sejak kelas III hingga kelas VI, dia sudah mengoleksi piala sebanyak 17 buah. Piala itu didapat saat mengikuti lomba olimpiade tingkat Bondowoso, eks-Karesidenan Besuki hingga Jawa Timur. "Piala itu ditempatkan di sekolah, ada juga yang diletakkan di rumah", katanya.

Saat ditanya kiat-kiat menyabet belasan piala tersebut, Nur mengaku, kuncinya selalu belajar matematika setiap hari. "Saya dilatih mengerjakan soal matematika mulai pagi hingga sore hari. Itu dilakukan bertahun-tahun", katanya. Maka, saat sekolah mengirimnya ikut kejuaraan matematika untuk pelajar MI se-Indonesia, dia dengan mudah menyisihkan lawan-lawannya hingga menyabet juara pertama. "Alhamdulillah, saya berhasil menyisihkan para peserta dari Indonesia dalam lomba sains tingkat nasional", katanya.

Tentu saja ini menjadi kebanggaan sekolah, terutama Kepala MI At Taqwa Taufikur Rahman. Dia sengaja mendidik Faiqah Nur Maulidyah bersama pelajar berbakat dalam kelas khusus. Bahkan pihak sekolah sampai mendatangkan guru matematika, Yuly Secondry, untuk melatih anak-anak berbakat dalam pelajaran matematika.

"Hasilnya, pelajar MI mampu menyabet emas dalam kejuaraan tingkat nasional antar pelajar MI se-Indonesia yang diadakan di Malang belum lama ini", katanya.

Kini, sekolah akan terus menjaga kemampuan Faiqah Nur Maulidyah dan siswa berbakat lainnya, untuk terus berlatih matematika. "Mereka dilatih mulai pagi hingga sore hari. Itu dilakukan setiap hari", katanya.

Tidak hanya itu saja, pihak MI At Taqwa juga melatih siswa siswi berbakat dalam mata pelajaran IPA, IPS, seni budaya dan pelajaran lainnya. "Ini dilakukan mulai kelas I hingga kelas VI. Banyak siswa berbakat yang memiliki kemampuan berbeda", katanya.


Radar Jember, Jawa Pos (15/12/2013)