Bondowoso Waspada HIV/AIDS
BONDOWOSO - Virus HIV/AIDS ternyata tak saja menjangkiti pekerja seks sosial (PSK), namun juga para ibu rumah tangga yang kebiasaannya seharinya jauh dan free seks. Bahkan, ada dua ibu hamil, yang satunya sudah melahirkan bayi dan satu ibu masih menunggu proses kelahiran, terinfeksi HIV/AIDS. Entah dari mana virus mematikan itu menulari kedua ibu itu.Bahkan, dan data Dinkes Bondowoso dalam satu tahun terakhir ada 34 pasien HIV/AIDS. "Pasien HIV/AIDS di Bondowoso mengalami peningkatan tajam", ungkap dr Arif Sudibyo, Kabid P2PL Dinkes Bondowoso, kemarin (19/12).
Sedangkan dua kasus ibu hamil yang terinfeksi virus HIV/AIDS, kata Arif, adalah ibu rumah tangga biasa. Bukan pengguna narkoba apalagi bekerja sebagai penjaja seks. Tetapi masih bisa tertular virus HIV/AIDS. "Oleh sebab itu, kami meminta warga untuk mewaspadai penyakit tersebut", katanya.
Namun begitu Arif bersyukur karena ibu penderita HIV/AIDS yang melahirkan bayinya selamat dua-duanya. Tetapi, salah seorang ibu hamil lainnya yang terinfeksi HIV/AIDS tidak mau melahirkan ke rumah sakit dr. Koesnadi. "Tetapi ibu itu meminta melahirkan ke bidan desa. Ini permintaan yang sulit dikabulkan", katanya.
Sebab, ibu melahirkan dengan mem bawa penyakit HIV/AIDS itu termasuk resiko tinggi sehingga membutuhkan tenaga dokter ahli kandungan untuk memberikan pertolongan pada persalinannya.
"Jadi hanya dokter kandungan yang memiiki keahlikan khusus untuk menangani proses persalinan. Bukan diserahkan ke bidan", katanya. Sementara itu, Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso, dr. Agus Suwardjito, membenarkan jika pasien HIV/AIDS yang dirawat di RS dr. Koesnadi mengalami peningkatan kasus. "Memang trendnya naik jadi kita semua wajib mewaspadai penularan penyakit ini", katanya.
Sedangkan, langkah-langkah untuk terhindar dari penyakit ini, menjauhi seks bebas, jarum suntik (narkoba) dan lainnya.
Radar Jember, Jawa Pos (20/12/2013)
