Bondowoso Kiblat Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Kab. Bondowoso, Jatim (Humas). Bondowoso merupakan kiblat kedamaian kerukunan umat beragama di Indonesia. Hal ini dikatakan Ketua FKUB, KH Syaiful Haq, S.HI (11/12), di aula Hotel Palm Kab. Bondowoso saat memberikan sambutan panitia dihadapan undangan tokoh masyarakat, baik dari NU, Muhammadiyah, Kristen Katolik, Protestan, Budha, dan Hindu.

Hal ini dibuktikan, jelas dia, dengan kedatanganan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ke Bondowoso beserta rombongan Dosen berjumlah 17 orang. Tujuan kedatangan mereka, hanya ingin mengetahui terciptanya kerukunan umat beragama di Bondowoso. Karena meskipun di daerah lain konflik dengan adanya aliran agama lain, ternyata di Bondowoso malah kondusif dan damai.

Tidak hanya itu saja, tambahnya, wartawan Gatra, juga mewawancarai khusus terkait dengan kerukunan umat beragama di Bondowoso ini. Beberapa tokoh agama pun memberikan komentar terkait apa yang terjadi di Bondowoso. “Kita ingin kerukunan umat beragama di Bondowoso ini tidak hanya tingkat propinsi, tapi juga nasional bahkan dunia,” katanya disambut tepuk tangan peserta undangan.

Hadir dalam acara tersebut, Drs. H. Jum Affandi, M.PdI, Kepala Kankemenag Kab. Bondowoso. Sofi Hadari, SH, M.Hum, Kasi Pidsus Kajari Bondowoso; Budi Sulistyanto, Kabag Polres Bondowoso; KH. Abdul Qodir Syam, Ketua MUI Bondowoso.

Sementara itu, Drs. H. Jum Affandi, M.PdI mengatakan bahwa kegiatan kerukunan umat beragama dalam memperkokoh kerukunan umat beragama harus terus dilaksanakan. Kegiatan ini, menurut dia, tidak ada akhir bahkan awalnya. Semua kegiatan kerukunan umat beragama harus tetap terjalin antar umat beragama.