BI Siap Memotivasi Ketahanan Pangan Kab. Bondowoso
.
Menurut Bunyamin ada banyak komoditas yang ditawarkan Bupati Amin Said Husni untuk dikembangkan. Diantaranya ketela, padi, jagung bahkan tembakau juga menjadi konsen Bupati karena merupakan sumber pencaharian di Bondowoso.
Namun menurut Bunyamin, khusus untuk tembakau pihaknya kurang tertarik karena bukan merupakan kategori ketahanan pangan. Sehingga pihak BI akan melakukan penelitian dan survei terkait komoditas yang akan dikembangkan di Bondowoso.
“Garis besar di BI itu arahnya pada ketahanan pangan, sehingga pilihan kita nantinya akan lebih mengarah pada padi, jagung atau ketela yang merupakan bahan utama pembuatan tape”, katanya.
Sebagai lembaga yang memiliki tugas menjadi motivator pada masyarakat untuk penguatan pangan menurutnya, intervensi pertama yang akan dilakukan adalah perubahan pola pikir masyarakat agar memiliki pemikiran yang sama untuk maju. Sehingga pada langkah berikutnya adalah intervensi lain dalam bentuk penggunaan teknologi tepat guna bekerja sama dengan para ahli dari perguruan tinggi.
“Memadukan pemikiran itu adalah pekerjaan utama kita, agar nantinya masyarakat serius dalam penguatan ketahanan pangan untuk mendukung penguatan inflasi”, katanya.
Pihaknya mencontohkan apa yang sudah dilakukan di Bondowoso dalam bentuk cluster kopi yang mampu menembus pasar eropa dengan memotong mata rantai pemasaran serta pengembangan beras organik di Banyuwangi yang juga mampu menembus pasar luar negeri dan mampu menaikkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat.
Dalam penguatan ini menurut Bunyamin, BI tidak dalam urusan mencampuri urusan pemerintah daerah, tetapi sifatnya hanya mensinergikan serta mendukung berbagai kekurangan yang ada derah. “tujuan kita dalam hal ini adalah peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan ketahanan pangan serta mendekatkan masyarakat pada perbankan”, pungkasnya.
Sementara itu Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni mengaku sangat berharap kerjasama dengan BI Jember, karena sebagaimana sukses kerjasama sebelumnya dalam pengembangan kopi rakyat yang mampu menembus pasar eropa. Pihaknya berharap agar kerjasama dilakukan dalam bidang lain seperti padi, jagung, ketela atau bahkan tembakau.
“Kita berharap BI Jember segera melakukan survei komoditas apa yang akan dipilih, sehingga nantinya bisa segera bergerak dan dilaksanakan”, katanya.
