Penanaman Perdana Padi Organik di Bondowoso
Dinas Pertanian (Disperta) Bondowoso menjalankan pilot projectnya dengan melakukan uji coba penanaman padi organik di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari. Untuk tahap awal, 25 Ha luas lahan digarap untuk mensukseskan uji coba tersebut. Jika berhasil, maka, pola tanam organik akan diluaskan dan diratakan.
Di Desa Lombok Kulon itu, Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni didampingi Kepala Disperta Wahjudi Triadmadji, Camat Wonosari dan Ketua Kelompok Tani Mandiri, menanam perdana padi organik (04/04). Meski keadaan lokasi sawah becek bercampur lumpur.
"Uji coba penanaman padi organik, dimulai dengan pembentukan kluster untuk memproduksi beras organik murni yang bersertifikasi. Jadi dari hulu sampai hilirnya itu sudah betul-betul full organic. Ini merupakan rangkaian akhir dari gerakan Botanik yang kita harapkan sejak tahun 2009 sampai 2013," ujar Bupati Amin.
Desa Lombok kulon dipilih sebagai pilot project, karena di daerah itu memenuhi persyaratan untuk menghasilkan padi organik, mulai dari suplai air dan lahan yang betul bebas dari pestisida serta tidak tercemar dengan bahan kimia apapun. Nantinya, Pemkab Bondowoso juga mendukung mulai dari penyediaan bibit , pupuk, sampai agensi hayati dan insektisida nabati.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pertanian, Wahyudi Triatmadji, hasil uji coba ini akan disertifikasi sebagai beras organik dan akan diupayakan untuk bisa dipasarkan ke seluruh daerah, bahkan ekspor ke luar negeri.
"Kita juga sedang merintis pasar di luar negeri, supaya produk padi organik Bondowoso bisa kita ekspor, seperti ke Timur tengah, Eropa, bahkan Amerika. Kita nanti akan mendatangkan petani dari Tasik Malaya yang berhasil meng-ekspor padi, untuk melakukan pembinaan dan pelatihan disini. Yang terpenting pertama adalah beras organik kita harus bersertifikat. Untuk pasar, menyusul," kata Wahyudi Triatmadji.
Sumber
